BANDAR LAMPUNG – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026, Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti persoalan klasik yang dinilai belum juga menemukan solusi tuntas, yakni ketimpangan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di sejumlah wilayah padat penduduk.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV, Asroni Paslah, dalam hearing persiapan PPDB/SPMB bersama Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung yang digelar di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Senin, 18 Mei 2026.
Asroni menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan SPMB sekaligus mengevaluasi persoalan tahunan yang kerap memicu keluhan masyarakat.
Salah satu isu utama adalah belum meratanya daya tampung SMP negeri, terutama di kawasan dengan jumlah penduduk yang tinggi.
“Kami Komisi IV hari ini rapat terkait persiapan SPMB di Kota Bandar Lampung yang sebentar lagi akan dilaksanakan sekitar pertengahan Juni. Tadi juga hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung,” ujar Asroni.
Ia mengungkapkan, DPRD selama ini menerima banyak aduan dari orang tua siswa yang mengeluhkan sulitnya anak mereka diterima di SMP negeri terdekat.
Kondisi ini diperparah oleh konsentrasi pendaftar di sekolah-sekolah tertentu yang sudah lama dianggap favorit.
Menurut Asroni, ketimpangan tersebut terjadi karena persepsi kualitas dan fasilitas sekolah yang belum merata. Akibatnya, daya tampung di beberapa SMP negeri penuh, sementara sekolah lain justru kekurangan siswa.
“Keluhan masyarakat terkait daya tampung sekolah SMP di Bandar Lampung ini memang belum merata. Ada sekolah yang penuh sementara ada yang kekurangan siswa,” katanya.
Ia mencontohkan wilayah Kedawung, di mana akses terdekat hanya menuju SMP Negeri 14 Kemiling.
Ketika kuota sekolah tersebut penuh, calon siswa terpaksa diarahkan ke sekolah lain dengan jarak yang lebih jauh dari tempat tinggal.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Tanjung Senang dan Way Halim. SMP Negeri 29 yang berada di sekitar wilayah SMA 5 Korpri kerap menjadi tujuan utama warga dari berbagai kelurahan karena berada di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi.