Selain produktif saat menyerang, La Roja juga tampil disiplin di lini belakang. Organisasi pertahanan yang solid membuat Spanyol menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit sepanjang turnamen.
Pelatih Luis de la Fuente optimistis timnya mampu kembali mengatasi Prancis setelah meraih hasil positif dalam beberapa pertemuan penting di level internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Pertarungan di sektor tengah diperkirakan menjadi kunci jalannya pertandingan.
Spanyol akan berupaya mengontrol tempo melalui sirkulasi bola cepat, sedangkan Prancis diprediksi mengandalkan pressing agresif dan serangan balik yang mengandalkan kecepatan para pemain depannya.
Apabila Rodri dan Pedri mampu menguasai permainan, Spanyol berpeluang mendominasi jalannya laga.
Sebaliknya, jika Prancis berhasil memutus aliran bola dan memberikan ruang kepada Mbappe maupun Dembele, serangan balik cepat dapat menjadi senjata mematikan.
Prancis memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-0 pada babak perempat final.
Sementara itu, Spanyol mengamankan tiket empat besar usai menundukkan Belgia dengan skor 2-1.
Kedua tim sama-sama belum menelan kekalahan sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026, sehingga pertandingan diprediksi berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan.
Spanyol diperkirakan akan lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Prancis mengandalkan efektivitas serangan balik dan penyelesaian akhir yang tajam.
Jika melihat kualitas individu, kedalaman skuad, serta produktivitas lini depan, Prancis memiliki sedikit keunggulan.
Namun kemampuan Spanyol dalam mengontrol ritme permainan membuat duel semifinal ini diprediksi berlangsung seimbang dan sulit diprediksi hingga akhir laga.