LAMPUNG BARAT – Suasana haru dan bangga menyelimuti acara pelepasan siswa SMKN 1 Liwa angkatan ke-XX yang digelar di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Wates, Kecamatan Balik Bukit. Sebanyak 292 siswa dinyatakan lulus 100 persen pada 4 Mei 2026, menandai berakhirnya masa pendidikan selama tiga tahun di bangku sekolah kejuruan.
Acara ini tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga ajang unjuk bakat siswa melalui berbagai penampilan ekstrakurikuler. Mulai dari Pramuka, Paskibra, hingga penampilan solo song yang dibawakan dalam tiga bahasa—Indonesia, Inggris, dan Lampung—oleh Alip Indrawan Admaji bersama rekannya Rini.
Nuansa budaya kental terasa melalui penampilan “Sembah Batin” dari Sanggar SMKN 1 Liwa Sai Tariska. Selain itu, tari kreasi Majestic Bedana serta atraksi pencak silat oleh Raka Alkahfi turut memeriahkan suasana. Pembacaan puisi oleh Lanjar Lusiana dari kelas XII juga menghadirkan momen haru yang menggambarkan perjalanan dan harapan para siswa.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pirwan, Kacabdin Wilayah 3 Jonisdar Ali, jajaran kepala perangkat daerah, camat, peratin, kepala sekolah, dewan guru, wali murid, serta tamu undangan lainnya.
Kepala SMKN 1 Liwa, Sutrisno, menjelaskan bahwa dari total 292 siswa, sebanyak 21 siswa masih menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga Mei. Namun secara keseluruhan, seluruh siswa telah menyelesaikan proses pembelajaran dan dinyatakan lulus.
Ratusan siswa tersebut berasal dari berbagai jurusan, yakni 81 siswa Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), 22 siswa Desain Komunikasi Visual (DKV), 43 siswa Perhotelan (PH), 43 siswa Pemasaran (PM), 82 siswa Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta 21 siswa Teknik Ketenagalistrikan (TKL).
“Tiga tahun lalu mereka datang dititipkan orang tua untuk dididik dan ditempa. Setelah melewati semua tahapan belajar dan evaluasi, hari ini kami kembalikan mereka kepada orang tua,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah, orang tua, dan berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Menurutnya, para siswa merupakan generasi Lampung Barat yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Langkah kalian meninggalkan jejak bukan hanya di sekolah, tetapi di hati kami. Kami melepas kalian dengan doa terbaik, harapan besar, dan peluang baru. Jadilah pribadi yang membanggakan di mana pun berada,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap masa depan para lulusan. Ia menegaskan bahwa pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru.
“Apresiasi kepada SMKN 1 Liwa atas sinergi dengan pemerintah daerah. Keberhasilan pendidikan tidak hanya berasal dari sekolah dan orang tua, tetapi juga kolaborasi yang kuat dengan pemerintah,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan generasi muda, seperti pengaruh globalisasi, kecenderungan bermalas-malasan, serta penggunaan media sosial yang kurang produktif. Oleh karena itu, pembentukan karakter dinilai menjadi hal utama.