Selain mendorong pemanfaatan produk lokal, Parosil juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah yang dihasilkan dari dapur MBG agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan.
Ia meminta seluruh pengelola dapur berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan limbah cair maupun limbah padat dikelola sesuai ketentuan.
"Bagaimana pengelolaan limbah cair dan padat ini harus diperhatikan. Jangan sampai menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Silakan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup," tegasnya.
Parosil turut menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar kualitas makanan tetap terjaga dan memenuhi standar keamanan pangan.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah mendapat arahan langsung dari Presiden agar kepala daerah ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG. Bahkan, jika ditemukan pelanggaran serius yang membahayakan masyarakat, pemerintah daerah dapat mengusulkan penutupan operasional SPPG yang bermasalah.
"Hari ini pemerintah sangat tegas. Sesuai arahan Bapak Presiden, kepala daerah ikut melakukan pengawasan. Pengawasan bukan hanya melihat, tetapi apabila ditemukan pelanggaran yang membahayakan masyarakat, pemerintah daerah dapat mengajukan penutupan SPPG yang bermasalah," katanya.
Pengawasan tersebut juga melibatkan Tim Penggerak PKK sesuai arahan Gubernur Lampung. Keterlibatan TP PKK dinilai penting karena memiliki perhatian terhadap aspek gizi, higienitas, dan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
"Hari ini juga sudah disampaikan Pak Gubernur bahwa TP PKK ikut melakukan pengawasan. Ibu-ibu PKK memahami aspek gizi, higienitas, dan kualitas makanan sehingga bisa membantu memastikan program berjalan dengan baik," jelasnya.
Advertisements
Berdasarkan data Pemkab Lampung Barat hingga Juni 2026, jumlah calon penerima manfaat Program MBG mencapai 84.625 orang, yang terdiri dari:
- 66.249 peserta didik.
- 18.376 sasaran nonpeserta didik, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, telah tersedia 46 titik SPPG, dengan rincian:
- 29 SPPG telah beroperasi.
- 60.639 penerima manfaat telah terlayani.
Pemkab Lampung Barat bersama Satgas MBG terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh dapur MBG agar memenuhi standar keamanan pangan, higienitas, dan ketentuan Badan Gizi Nasional.
Melalui sinergi bersama APPMBGI, pemerintah daerah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal.