LAMPUNG BARAT – Pelarian Obi Erlando (27), residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sempat lolos dari kejaran polisi usai terjun ke jurang, akhirnya berakhir. Setelah hampir sehari semalam bersembunyi di rawa-rawa, semak belukar, dan area jurang di Pekon Waypetai, Kecamatan Sumberjaya, pelaku berhasil diringkus aparat kepolisian pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Penangkapan dilakukan Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Lampung Barat bersama Unit Reskrim Polsek Sumberjaya setelah melakukan pengejaran dan penyisiran intensif sejak Sabtu (13/6/2026) sore.
Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Rudy Prawira, SH., MH., mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, SH., S.IK., MH., menjelaskan bahwa Obi merupakan salah satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor milik seorang petani di Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong.
Sebelumnya, rekan pelaku bernama Hendra (27) telah lebih dahulu diamankan petugas saat proses pengejaran yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sumberjaya, Ipda Rico Hady Saputra. Sementara Obi berhasil melarikan diri setelah sepeda motor yang dikendarainya terjun ke jurang sedalam sekitar 10 meter ketika berusaha menghindari kejaran polisi.
“Pelaku yang kabur diperkirakan masuk ke wilayah perkampungan, jurang, kebun kopi hingga semak belukar. Karena itu kami membagi personel menjadi tiga tim untuk mempersempit ruang geraknya,” ujar Rudy.
Untuk mempercepat pencarian, petugas menyebar personel ke sejumlah titik strategis, mulai dari akses jalan menuju Sekincau dan Bukit Kemuning hingga kawasan permukiman warga, perkebunan kopi, serta area jurang yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku.
Pengejaran berlangsung hingga keesokan harinya. Informasi dari masyarakat turut membantu petugas dalam melacak keberadaan pelaku, terlebih setelah video pengejaran yang melibatkan tersangka viral di media sosial.
Dalam pelariannya, Obi diketahui sempat mendatangi rumah warga pada dini hari. Ia meminta meminjam telepon genggam dengan alasan baru menjadi korban begal dan ingin menghubungi keluarganya. Namun alasan tersebut justru menimbulkan kecurigaan warga.
“Dia sempat meminta pinjam handphone kepada warga dan mengaku habis dibegal serta ingin menghubungi orang tuanya. Namun warga tidak percaya,” kata Rudy.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku lebih banyak menghabiskan waktu dengan bersembunyi di area rawa-rawa yang berada di bawah jurang dekat perkebunan dan permukiman warga.
“Dia bersembunyi di rawa-rawa dekat jurang. Karena tidak keluar dari persembunyian, petugas sempat kesulitan menemukannya,” jelas Rudy.
Keberadaan Obi akhirnya terendus setelah seorang warga melihat sosok dengan ciri-ciri yang sesuai keluar dari lokasi persembunyian menjelang malam hari. Diduga karena kelaparan setelah hampir sehari bersembunyi, pelaku nekat keluar dan langsung diamankan petugas yang telah bersiaga di sekitar lokasi.
