Dewi Perssik Murka, 16 Akun Penyebar Hoaks Kematian Diburu

Hoaks kematian Dewi Perssik viral. Ia telusuri dalang, buru 16 akun, dan siapkan langkah hukum tegas.
Lusiana Purba - Senin, 04 Mei 2026 - 16:17 WIB
Dewi Perssik Buru Dalang di Balik 16 Akun Penyebar Hoaks.
Dewi Perssik Buru Dalang di Balik 16 Akun Penyebar Hoaks. - Foto - Instagram@dewiperssik9

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

JAKARTA – Kabar bohong yang menyebut Dewi Perssik meninggal dunia di media sosial memicu kemarahan besar dari sang pedangdut. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam dan kini tengah menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi palsu tersebut.

Dewi mengungkapkan, sedikitnya terdapat 16 akun media sosial yang diduga sengaja menyebarkan hoaks mengenai dirinya. Tidak hanya melalui unggahan biasa, beberapa akun bahkan menyiarkan kabar tersebut lewat fitur siaran langsung, seolah-olah peristiwa itu benar-benar terjadi.

Situasi ini membuat Dewi Perssik merasa sangat dirugikan, baik secara pribadi maupun profesional. Ia menilai penyebaran kabar kematian bukan hal sepele, terutama jika dilakukan secara masif dan terstruktur karena berpotensi menimbulkan kepanikan di kalangan keluarga, sahabat, hingga penggemar.

Dalam upaya meluruskan informasi, Dewi sempat mencoba masuk ke salah satu siaran langsung dari akun penyebar hoaks tersebut. Ia berharap dapat memberikan klarifikasi secara langsung agar publik mengetahui fakta sebenarnya.

Advertisements

Namun, respons yang diterima justru jauh dari harapan. Alih-alih menghentikan penyebaran hoaks, para pelaku menanggapi kehadirannya dengan sikap tidak pantas. Ia mengaku mendapat ejekan hingga hinaan, bahkan disebut sebagai sosok menyeramkan saat mencoba membuktikan dirinya masih hidup.

Perlakuan itu semakin memicu emosinya. Dewi menilai para pelaku tidak hanya menyebarkan berita bohong, tetapi juga mempermainkan situasi secara tidak berperikemanusiaan. Beberapa akun bahkan mengunggah foto dirinya dengan latar ucapan belasungkawa untuk memperkuat narasi palsu tersebut.

Fakta mengejutkan terungkap setelah Dewi berkomunikasi dengan salah satu pemilik akun. Orang tersebut mengaku unggahan hoaks dilakukan atas perintah pihak lain. Pengakuan ini membuka kemungkinan bahwa penyebaran informasi palsu tersebut dilakukan secara terorganisir.

Hal inilah yang mendorong Dewi semakin serius menelusuri dalang utama di balik kejadian tersebut. Ia mempertanyakan motif di balik penyebaran kabar kematian dan mengapa pelaku bersedia melakukannya tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Advertisements

Merasa dirugikan secara besar, Dewi menyatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Ia berencana melaporkan seluruh akun yang terlibat agar mendapat efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pihak lain.

Keputusan tersebut mencerminkan sikap tegasnya yang tidak lagi mentoleransi fitnah berulang. Sebagai figur publik, Dewi menyadari dirinya kerap menjadi sorotan, namun ia menegaskan ada batas yang tidak boleh dilanggar, terutama terkait kabar kematian.

Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya penyebaran hoaks di era digital. Informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan cepat menyebar luas, terutama jika melibatkan tokoh publik, dan berdampak pada keresahan masyarakat.

Fenomena ini juga menegaskan pentingnya literasi digital bagi pengguna media sosial. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi serta tidak mudah percaya pada kabar tanpa sumber jelas.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements