Bagian depan menampilkan tameng lebar khas Vespa yang dipadukan dengan lampu utama berbentuk bulat di atas setang.
Sementara itu, spatbor depan menyatu harmonis dengan keseluruhan desain bodi sehingga menghadirkan tampilan klasik yang hingga kini masih digemari.
Beberapa varian tersedia dengan jok tunggal maupun jok ganda, sedangkan ban serep ditempatkan di sisi kiri bodi sebagai ciri khas Vespa era 1960-an.
Proporsi bodinya yang seimbang membuat Vespa VBB tetap terlihat menawan meski usianya telah melampaui enam dekade.
Vespa VBB mengandalkan mesin satu silinder dua langkah berkapasitas 145,5 cc dengan sistem pendingin udara.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 5,5 hingga 6,5 hp, tergantung tahun produksinya.
Tenaga disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan yang memberikan karakter berkendara halus, irit bahan bakar, sekaligus mudah dalam perawatan.
Dengan kecepatan maksimum sekitar 90 km/jam, Vespa VBB termasuk skuter yang memiliki performa kompetitif pada masanya.
Spesifikasi Vespa VBB:
- Mesin 1 silinder 2-tak 145,5 cc
- Sistem pendingin udara
- Sistem rotary valve
- Transmisi manual 4 percepatan
- Penggerak roda belakang
- Suspensi depan single arm
- Suspensi belakang coil spring
- Rem tromol depan dan belakang
- Velg 8 inci
- Kecepatan maksimum sekitar 90 km/jam
Popularitas Vespa VBB tidak berhenti ketika masa produksinya berakhir. Sebaliknya, model ini justru semakin diminati di pasar kendaraan klasik.
Di Indonesia, Vespa VBB menjadi salah satu model yang paling sering direstorasi. Unit dengan kondisi orisinal, nomor rangka dan mesin yang sesuai, serta kelengkapan komponen bawaan pabrik memiliki nilai jual yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Komunitas Vespa klasik juga berperan besar menjaga eksistensi model ini melalui kegiatan touring, pameran otomotif, hingga restorasi yang mengedepankan keaslian spesifikasi pabrikan.