Korsleting Listrik Dominasi 149 Kasus Kebakaran di Bandar Lampung Sepanjang 2026

Selain korsleting listrik, penyebab kebakaran lainnya berasal dari pembakaran sampah sebanyak 20 kejadian, kompor sembilan kejadian, rokok tiga kejadian, serta faktor lainnya sebanyak 22 kejadian.
Arif Setiawan - Senin, 27 Jul 2026 - 14:58 WIB
Petugas Damkarmat Kota Bandar Lampung menangani kebakaran. Hingga 26 Juli 2026 tercatat 149 kejadian kebakaran, dengan korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan.
Petugas Damkarmat Kota Bandar Lampung menangani kebakaran. Hingga 26 Juli 2026 tercatat 149 kejadian kebakaran, dengan korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan. - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 149 kejadian kebakaran selama periode 1 Januari hingga 26 Juli 2026. Dari seluruh peristiwa tersebut, korsleting listrik masih menjadi penyebab paling dominan.

Kepala Bidang Pemadaman Damkarmat Kota Bandar Lampung, Irman Saputra, mengatakan sebagian besar kebakaran yang ditangani petugas dipicu oleh masalah instalasi maupun arus pendek listrik.

"Kalau dilihat dari data yang kami miliki, penyebab kebakaran paling banyak masih karena korsleting listrik, yakni mencapai 96 kejadian. Karena itu kami terus menghimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah," kata Irman saat diwawancarai, Senin 27 Juli 2026.

Selain korsleting listrik, penyebab kebakaran lainnya berasal dari pembakaran sampah sebanyak 20 kejadian, kompor sembilan kejadian, rokok tiga kejadian, serta faktor lainnya sebanyak 22 kejadian.

Advertisements

Irman menjelaskan, objek yang paling banyak terdampak kebakaran sepanjang tahun ini masuk dalam kategori lain-lain dengan 92 kejadian. Sementara itu, kebakaran bangunan penduduk tercatat sebanyak 29 kejadian, lahan 14 kejadian, bangunan umum tujuh kejadian, kendaraan empat kejadian, serta bangunan industri tiga kejadian.

Ia menambahkan, total kerugian akibat 149 kejadian kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp1,755 miliar dengan luas area terdampak sekitar 8.018 meter persegi.

"Harapan kami masyarakat lebih waspada, terutama terhadap penggunaan listrik di rumah. Pastikan instalasi dalam kondisi baik dan jangan meninggalkan peralatan listrik yang masih menyala tanpa pengawasan agar potensi kebakaran bisa diminimalkan," pungkasnya.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements