BANDAR LAMPUNG – Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih berada pada Level III atau Siaga berdasarkan hasil pemantauan aktivitas gunungapi. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati gunung maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Berdasarkan laporan pemantauan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah barat laut. Suhu udara tercatat 25,7-26,4 derajat Celsius dengan kelembaban udara 79-82 persen.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau terpantau tertutup kabut pada tingkat 0-III. Asap kawah tidak teramati selama periode pemantauan. Sementara itu, CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif atau off.
Aktivitas kegempaan masih terekam selama periode pengamatan. Tercatat empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 30-41 milimeter dan durasi 22-39 detik.
Selain itu, pemantauan merekam 17 kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo 24-46 milimeter dan durasi 23-387 detik. Gempa frekuensi rendah juga tercatat sebanyak 34 kali dengan amplitudo 19-45 milimeter dan durasi 6-19 detik.
Sementara itu, gempa hybrid atau fase banyak tercatat sebanyak 44 kali dengan amplitudo 20-46 milimeter dan durasi 7-23 detik. Gempa tersebut memiliki nilai S-P 0 detik dengan durasi kejadian antara 7-23 detik.
Selain kejadian gempa tersebut, tremor menerus atau microtremor juga terekam dengan amplitudo 5-15 milimeter dan dominan pada 10 milimeter.
Untuk kondisi lingkungan sekitar, ombak laut terpantau tenang selama periode pemantauan.
Dengan status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga, PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas gunungapi.
Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
Laporan tersebut disusun oleh Rioboniek Situmorang berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.