LAMPUNG BARAT – Iklim investasi di Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Hingga Triwulan II, realisasi investasi yang tercatat melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencapai Rp37,08 miliar, atau 148,3 persen dari target investasi daerah tahun 2026 sebesar Rp25 miliar.
Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Bumi Sekala Bekhak. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi yang masuk juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan perkembangan berbagai sektor usaha.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Barat, Ir. Robert Putra, S.ST., M.T., mengatakan realisasi investasi tersebut berasal dari laporan para pelaku usaha melalui menu pelaporan LKPM pada sistem Online Single Submission (OSS).
"Hingga Triwulan II tahun 2026, realisasi investasi di Lampung Barat telah mencapai Rp37,085 miliar atau 148,3 persen dari target investasi daerah sebesar Rp25 miliar. Ini menunjukkan iklim investasi di Lampung Barat terus tumbuh dan mendapat respons positif dari dunia usaha," ujar Robert, Selasa (28/7/2026).
Advertisements
Sebanyak 42 pelaku usaha telah menyampaikan laporan LKPM, terdiri dari 23 pelaku usaha Non-UMK dan 19 pelaku usaha UMK.
Dilihat dari sumber permodalan, 40 perusahaan merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan dua perusahaan lainnya berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Robert menjelaskan, realisasi investasi dari kelompok Non-UMK pada Triwulan II mencapai Rp8,44 miliar, sementara investasi dari kelompok UMK yang dilaporkan hingga Semester I mencapai Rp28,64 miliar.
"Jika digabungkan, nilai investasi dari kedua kategori usaha tersebut mencapai sekitar Rp35,79 miliar. Setelah ditambah realisasi investasi lainnya yang tercatat hingga Triwulan II, total investasi Lampung Barat mencapai Rp37,085 miliar," jelasnya.
Advertisements
Peningkatan investasi tersebut juga berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan data DPMPTSP Lampung Barat, hingga Triwulan II 2026 investasi yang masuk telah menyerap 394 tenaga kerja.
Menurut Robert, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa investasi tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Sejumlah sektor yang mendominasi realisasi investasi di Lampung Barat meliputi telekomunikasi, energi dan sumber daya mineral (ESDM), pendidikan, kesehatan, perikanan, perhubungan, perdagangan, serta konstruksi.
Keberagaman sektor tersebut menunjukkan bahwa investasi di Lampung Barat tidak hanya bertumpu pada satu bidang usaha, tetapi mulai berkembang di berbagai sektor strategis yang mendukung pembangunan daerah.