BANDAR LAMPUNG — Kabar gembira datang dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel setelah insiden penculikan dalam pelayaran misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza melalui kawasan Selat Hormuz.
Salah satu WNI yang telah dibebaskan adalah jurnalis asal Lampung, Andre Prasetyo Nugroho.
Andre kini telah keluar dari penjara militer Israel dan berada di Turki bersama rombongan WNI lainnya.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram Tempo pada Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam komunikasi singkat dengan timnya, Andre memastikan dirinya dalam kondisi selamat, meski fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Andre mengungkapkan, selama berada dalam tahanan, sejumlah relawan dan awak misi kemanusiaan mengalami perlakuan keras. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami cedera serius.
“Banyak (sakit badannya), yang lain malah pada patah kaki. Tapi tenang akan diobati,” ujar Andre.
Ia juga menceritakan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap para tahanan.
Andre menyebut beberapa orang mengalami patah kaki selama masa penahanan.
Tak hanya itu, Andre mengaku sempat tidak mendapatkan akses air minum dan memilih melakukan aksi mogok makan atau hunger strike sebagai bentuk protes.
“Minum enggak. Aku jadi hunger strike. Jadi enggak makan, baru di pesawat aku makan enak,” ungkapnya.
Saat ini, Andre masih berada di Turki bersama para WNI lainnya setelah dipindahkan dari tahanan Israel. Ia juga mengaku belum mengetahui jadwal kepulangannya ke Indonesia.