LAMPUNG BARAT – Masyarakat Pemangku Pamah Blidang, Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, kembali menggelar tradisi Sedekah Ataran atau Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, keselamatan, dan berbagai nikmat yang diterima masyarakat.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut berlangsung pada Selasa (30/6/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di wilayah Pemangku Pamah Blidang, Pekon Manggarai.
Pelaksanaan kegiatan itu mengacu pada surat undangan resmi Pemerintah Pekon Manggarai Nomor 141/2.6/V.11.10/2026 tertanggal 29 Juni 2026 yang ditandatangani Peratin Pekon Manggarai, Sumarno.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Pekon Manggarai mengundang berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, di antaranya anggota DPRD Lampung Barat Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Camat Air Hitam, Kepala Puskesmas Air Hitam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.
Peratin Pekon Manggarai, Sumarno, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi yang terus dipertahankan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah sekaligus doa agar masyarakat senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan.
"Sedekah Bumi merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, keselamatan, serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keberkahan dan kesejahteraan," ujarnya.
Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan warga, serta menjaga kelestarian nilai-nilai budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Pemerintah Pekon Manggarai berharap seluruh rangkaian kegiatan Sedekah Bumi dapat berlangsung dengan lancar, khidmat, dan semakin memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam melestarikan tradisi adat yang menjadi bagian dari identitas budaya Kecamatan Air Hitam.
Melalui pelaksanaan tradisi ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap warisan budaya leluhur dapat terus diwariskan kepada generasi muda sehingga tetap lestari di tengah perkembangan zaman.