IPAL SPPG Sekincau 1 Diduga Belum Optimal, Air Limbah Dibuang ke Drainase Jalan Nasional

Satgas MBG Kecamatan Sekincau menemukan air limbah SPPG Sekincau 1 mengalir ke drainase dan kebun, sementara IPAL diduga belum berfungsi optimal.
Rinto Arius - Rabu, 29 Jul 2026 - 16:09 WIB
Sidak Tim Satgas MBG Sekincau Sidak Dapur SPPG 1 Sekincau atas laporan warga.
Sidak Tim Satgas MBG Sekincau Sidak Dapur SPPG 1 Sekincau atas laporan warga. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Persoalan pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekincau 1, Kabupaten Lampung Barat, kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya muncul keluhan warga terkait dugaan rembesan air limbah yang mencemari perkebunan kopi, kini Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Sekincau menemukan saluran pembuangan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengarah ke drainase di ruas jalan nasional.

Temuan tersebut diperoleh saat Satgas MBG Kecamatan Sekincau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG pada Rabu (29/7).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim menemukan air hasil pengolahan IPAL dibuang melalui dua jalur, yakni menuju lahan perkebunan warga dan saluran drainase di tepi jalan nasional.

Ketua Satgas MBG Kecamatan Sekincau yang juga Camat Sekincau, Heptanius Hidayat, S.P., mengatakan pihaknya telah memeriksa langsung sistem pembuangan limbah di lokasi.

Advertisements

"Hasil pengecekan menunjukkan limbah dibuang ke dua arah, yakni ke kebun warga dan ke drainase jalan nasional yang alirannya mencapai ratusan meter. Meskipun air tersebut sudah melalui proses IPAL, kondisinya masih terlihat keruh, terdapat minyak, busa, dan menimbulkan bau. Ini menjadi indikasi bahwa sistem IPAL belum bekerja secara optimal," ujar Heptanius.

Atas temuan tersebut, Satgas MBG Kecamatan Sekincau memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengelola dapur SPPG. Salah satunya meminta agar sistem IPAL segera diperbaiki dan mekanisme pembuangan limbah dievaluasi agar tidak berdampak terhadap lingkungan sekitar.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah meminta pengelola segera memperbaiki fungsi IPAL dan mencari sistem pembuangan yang tidak mencemari lingkungan. Hasil temuan ini juga akan kami laporkan kepada Satgas MBG Kabupaten sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut," tegasnya.

Sebelumnya, warga juga mengaku telah menemukan pipa yang diduga menjadi jalur pembuangan air hasil olahan IPAL menuju drainase di tepi jalan nasional. Temuan itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian mekanisme pembuangan limbah dengan standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan pengelolaan lingkungan yang berlaku.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Salah seorang warga, Tabroni, berharap pengelolaan limbah tidak hanya berfokus pada proses pengolahan di dalam instalasi, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dari saluran pembuangannya.

"Kami berharap pengelola tidak hanya memperhatikan proses pengolahan limbah di dalam dapur. Saluran pembuangannya juga harus dipastikan aman dan tidak berdampak kepada masyarakat. Memang mungkin dampaknya tidak langsung terlihat, tetapi kalau berlangsung terus-menerus tentu bisa menimbulkan persoalan baru, baik pencemaran maupun bau yang berasal dari air limbah atau bahan yang digunakan dalam proses pengolahan di IPAL," kata Tabroni.

Warga juga meminta instansi terkait segera melakukan pengujian kualitas air limbah yang dibuang dari IPAL SPPG Sekincau 1 serta mengevaluasi seluruh sistem pengelolaannya. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements