LAMPUNG BARAT — Di tengah kekhawatiran masyarakat akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau, keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Al Hasyimiyah, Pekon Sumber Alam, Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat, memilih tetap menjalankan aktivitas pendidikan seperti biasa di lingkungan yayasan.
Kebijakan internal tersebut diambil dengan pertimbangan mayoritas santri memang bermukim di dalam lingkungan pondok.
âLangkah ini berjalan berdampingan dengan kebijakan pemerintah daerah. Berdasarkan edaran Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Barat, kegiatan pembelajaran selama dua hari, yakni Senin dan Selasa, dianjurkan secara daring untuk mengantisipasi risiko paparan debu vulkanik.
Meski demikian, aktivitas para santri di dalam pesantren tetap berlangsung aman dengan memprioritaskan kondisi kesehatan peserta didik.
âTidak sekadar menjalankan kegiatan belajar-mengajar, keluarga besar Ponpes Al Hasyimiyah juga memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kepedulian spiritual.
Doa bersama dipanjatkan kepada Allah SWT agar berbagai musibah yang melanda daerah, mulai dari erupsi Gunung Anak Krakatau, ancaman kebakaran akibat El Nino, hingga bencana alam lainnya, dapat segera berlalu.
âMasyarakat diharapkan dapat segera kembali beraktivitas secara normal. Doa juga ditujukan untuk keselamatan seluruh umat manusia, para pemimpin pemerintahan, serta alim ulama yang menjadi teladan masyarakat.
âKepala Yayasan Pondok Pesantren Al Hasyimiyah, Kyai Haji Maryadi, menyampaikan bahwa berbagai peristiwa alam merupakan kehendak Allah SWT.
Menurutnya, bencana hendaknya tidak hanya dipandang sebagai musibah, tetapi menjadi momentum introspeksi diri untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
âKyai Haji Maryadi berharap seluruh rangkaian ujian ini segera berakhir sehingga masyarakat, khususnya di Kabupaten Lampung Barat, dapat kembali beraktivitas dengan tenang, aman, dan selamat.
Sikap Ponpes Al Hasyimiyah menjadi bukti bahwa kegiatan edukasi dan kekuatan ikhtiar spiritual dapat berjalan selaras dalam menghadapi situasi darurat.