PESISIR BARAT – Pengurus Daerah (PD) Salimah Kabupaten Pesisir Barat menggelar Seminar Edukasi bertema "Memperkuat Karakter Remaja dalam Menyikapi Isu LGBT" di Sunset Beach 2, Pekon Walur, Kabupaten Pesisir Barat, Senin (3/8).
Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Pengawas Salimah Pusat Hj. Nurul Hidayati, S.S., M.B.A., Ketua TP PKK Pesisir Barat Ny. Dian Hardiyanti Dedi, Ketua PD Salimah Pesisir Barat Hj. Maryuni Bahrain, S.Pd., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pesisir Barat Ny. Elizawati Zadmiko, narasumber dr. Rina Aryani Arlan, M.M., pengurus PD Salimah, guru pendamping, serta para siswa.
Ketua PD Salimah Pesisir Barat, Hj. Maryuni Bahrain, mengatakan isu LGBT perlu disikapi secara serius melalui pendekatan pendidikan karakter yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter remaja yang kemudian diperkuat oleh lingkungan sekolah dan masyarakat.
"Penguatan karakter harus dimulai dari keluarga agar lahir generasi Pesisir Barat yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial," ujarnya.
Advertisements
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Pesisir Barat, Dian Hardiyanti, mengapresiasi inisiatif PD Salimah yang menghadirkan ruang edukasi bagi orang tua, pendidik, dan remaja.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membimbing dan mendampingi generasi muda melalui pendidikan karakter, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan.
Sementara itu, Dewan Pengawas Salimah Pusat, Hj. Nurul Hidayati, menekankan pentingnya membangun karakter remaja melalui penguatan nilai-nilai agama, komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, pengawasan penggunaan gawai dan internet, serta pendidikan perilaku aman sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, sinergi antara keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, berlandaskan nilai agama, Pancasila, serta norma yang berlaku di Indonesia.
Dari sisi kesehatan, dr. Rina Aryani Arlan memaparkan berbagai faktor yang membuat remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Ia juga menjelaskan pentingnya edukasi kesehatan berbasis fakta medis, pendampingan psikologis, peningkatan literasi media, serta peran keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses tumbuh kembang remaja.
Melalui seminar tersebut, PD Salimah Pesisir Barat berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter remaja. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta siap menghadapi berbagai tantangan sosial di masa depan.