PESISIR BARAT – Kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terus diperkuat melalui kolaborasi TNI dan pemerintah daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi sekaligus simulasi penanganan kebakaran yang digelar rombongan Perwira Siswa (Pasis) Seskoad Direg LXVIII di Markas Yonif TP 994/RSC, Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan.
Kegiatan tersebut melibatkan 16 Pasis Seskoad Direg LXVIII bersama prajurit Yonif TP 994/RSC serta unsur pemadam kebakaran (damkar). Selain mendapatkan pemahaman mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan, para peserta juga mengikuti simulasi pemadaman sebagai upaya meningkatkan kesiapan personel ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Mayor Inf. Septyan Dwi Nuryadi, S.T.Han., salah seorang Pasis Seskoad Direg LXVIII, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya karhutla yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Ini merupakan perintah dalam rangka kolaborasi dengan pemerintah daerah terkait kebakaran hutan dan lahan. Kami bersama damkar dan Yonif TP melaksanakan sosialisasi sekaligus simulasi terkait dengan pemadaman kebakaran lahan maupun rumah,” kata Mayor Inf. Septyan.
Advertisements
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi TNI kepada masyarakat. Selain memberikan pemahaman, sosialisasi dan simulasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan personel yang berada di wilayah.
Penanganan bencana, lanjutnya, membutuhkan respons cepat sekaligus koordinasi lintas sektor. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, TNI AD, Koramil, Yonif TP, serta unsur damkar dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Ini salah satu cara kami untuk melaksanakan kegiatan positif. Dalam penyuluhan ini juga merupakan kolaborasi pemerintah daerah dan TNI AD, terutama Koramil dan Yonif TP, sehingga jika terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan maupun musibah banjir dan tanah longsor, bisa segera diatasi,” ujarnya.
Septyan menambahkan, keberadaan satuan TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan. Prajurit juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, termasuk bencana.
Karena itu, para prajurit terus didorong untuk memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung, meski dilakukan dalam skala kecil.
“Kami juga selalu berpesan kepada anggota bahwa harus memberikan yang terbaik untuk masyarakat, berbuat yang terbaik untuk masyarakat sekecil apa pun, sehingga keberadaan Yonif TP ini dapat berdampak untuk kemajuan masyarakat, baik masyarakat lokal maupun Pesbar pada umumnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Mayor Czi. Toni Yuliyanto, S.T.Han., Pasis Seskoad Direg LXVIII lainnya, menilai kesiapan penanganan bencana di lingkungan Yonif TP 994/RSC juga ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Ketersediaan peralatan tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat respons apabila kebakaran terjadi di wilayah sekitar. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah kendaraan pemadam kebakaran yang tersedia di satuan tersebut.