PESISIR BARAT – Dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Barat mengambil langkah antisipasi. Seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang PAUD/TK, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran daring dari rumah.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah kondisi lingkungan yang terdampak abu vulkanik.
Pengalihan KBM itu dituangkan melalui Surat Edaran Disdikbud Pesisir Barat Nomor 400.3.1/3355/IV.01/2026 tertanggal 6 September 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, di Kabupaten Pesisir Barat. Kebijakan itu juga mengacu pada Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 150 Tahun 2026 mengenai pelaksanaan KBM akibat dampak abu vulkanik.
Kabid Dikdas, PAUD, dan PNFI Disdikbud Pesisir Barat Hadianca, S.E., mengatakan pengalihan pembelajaran ke sistem daring merupakan langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko paparan abu vulkanik terhadap peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran daring diberlakukan mulai Senin hingga Selasa, 7-8 September 2026. Selama periode tersebut, pihak sekolah tetap diminta memantau perkembangan kondisi serta informasi terbaru dari pihak atau otoritas yang berwenang.
Dengan demikian, kebijakan pembelajaran dari rumah tersebut bersifat situasional dan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Ini sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik akibat dampak abu vulkanik,” kata Hadianca.
Meski siswa mengikuti pembelajaran dari rumah, kepala satuan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan (GTK) tetap menjalankan tugas dari sekolah. Pihak sekolah juga bertanggung jawab memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung secara efektif.
Materi pembelajaran diharapkan dapat disampaikan kepada siswa melalui berbagai platform digital yang digunakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
“Sekolah tetap memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, termasuk materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik melalui platform digital yang digunakan masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.
Selain mengalihkan KBM menjadi daring, Disdikbud Pesisir Barat mengimbau siswa, guru, serta orang tua atau wali peserta didik untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi abu vulkanik masih menjadi perhatian.