LAMPUNG UTARA – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengusulkan pemeliharaan dan penggantian 14 palang pintu perlintasan kereta api di sejumlah titik wilayah setempat.
Usulan tersebut disampaikan kepada Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian, menyusul kondisi sejumlah palang pintu yang mengalami kerusakan serta adanya kecelakaan di beberapa perlintasan kereta api.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Utara, Anom Sauni, mengatakan pihaknya telah mengusulkan seluruh titik tersebut untuk mendapatkan penanganan.
"Kita telah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan, hal ini Dirjen Perkeretaapian, untuk melakukan pemeliharaan atau melakukan pergantian sebanyak 14 pintu kereta api di Lampung Utara," kata Anom Sauni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin, 21 September 2026.
Namun, berdasarkan hasil konsultasi dengan Kementerian Perhubungan, pada 2026 baru satu titik yang dapat direalisasikan. Lokasi tersebut berada di Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara.
"Namun hasil konsultasi dari Kementerian Perhubungan, di tahun 2026 ini hanya dapat satu, yaitu di Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara," ujarnya.
Mantan Kabag Perekonomian tersebut menyebutkan, 13 titik lainnya direncanakan mendapatkan penanganan pada 2027.
"Sisa 13 palang pintu perlintasan akan dikerjakan pada tahun 2027 mendatang," katanya.
Anom menambahkan, sebelumnya Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Lampung Utara juga telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai Perkeretaapian yang berada di Palembang terkait kondisi sejumlah palang pintu perlintasan di wilayah Lampung Utara.
Di sisi lain, Dishub Lampung Utara mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan, untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan kereta api.
Anom meminta pengendara mengutamakan keselamatan dan mematuhi arahan petugas yang berada di lokasi.
"Diimbau pengguna jalan untuk dapat lebih berhati-hati pada saat melintasi kereta api dan utamakan keselamatan serta ikuti arahan petunjuk petugas yang berada di lapangan," pungkasnya. (*)