BANDAR LAMPUNG – Pontiac GTO merupakan salah satu nama paling ikonik dalam sejarah muscle car Amerika.
Mobil ini menawarkan kombinasi mesin V8 berkapasitas besar, bodi intermediate yang relatif ringkas, serta karakter agresif yang kemudian ikut membentuk era kejayaan mobil performa Amerika pada 1960-an.
Pontiac memperkenalkan GTO untuk model tahun 1964 sebagai paket performa pada Tempest Le Mans.
Formula yang digunakan cukup sederhana tetapi revolusioner pada masanya, yakni memasangkan mesin V8 389 cubic inch atau sekitar 6,4 liter ke dalam platform A-body yang lebih kecil dibandingkan mobil Pontiac berukuran penuh.
Kombinasi tersebut menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang menarik dan dengan cepat mencuri perhatian konsumen muda Amerika.
Pontiac awalnya memperkirakan hanya sekitar 5.000 unit GTO yang akan terjual pada tahun pertama. Namun, respons pasar jauh di luar perkiraan.
Sebanyak 32.450 unit GTO terjual pada 1964, membuktikan bahwa pasar Amerika memiliki selera besar terhadap mobil berperforma tinggi.
Kelahiran GTO tidak lepas dari peran John DeLorean yang saat itu menjabat chief engineer Pontiac, bersama Bill Collins dan Russ Gee.
Para insinyur Pontiac melihat peluang untuk memasangkan mesin 389 yang digunakan pada model berukuran lebih besar dengan platform Tempest/Le Mans.
Prototipe kemudian dikembangkan dengan sejumlah peningkatan komponen pendukung agar kemampuan performanya semakin optimal.
Namun, proyek tersebut menghadapi aturan internal General Motors. Saat itu, GM membatasi kapasitas mesin mobil intermediate hingga 330 cubic inch.
Pontiac kemudian menemukan celah dengan menawarkan GTO sebagai paket opsi, bukan sebagai model tersendiri.