Strategi tersebut menjadi salah satu keputusan paling menentukan dalam sejarah Pontiac.
Nama GTO sendiri merupakan singkatan dari Gran Turismo Omologato, istilah yang memiliki kaitan erat dengan mobil performa Eropa.
Penggunaan nama tersebut turut memberikan kesan eksotis pada produk Pontiac.
Sumber tenaga utama GTO generasi pertama adalah mesin Pontiac V8 389 cubic inch.
Untuk model 1964, versi standar menggunakan karburator Carter empat-barrel dengan tenaga 325 hp dan torsi 428 lb-ft.
Pontiac juga menawarkan opsi Tri-Power yang menggunakan tiga karburator Rochester dua-barrel dengan output yang diiklankan mencapai 358 hp.
Namun, performa GTO tidak hanya mengandalkan mesin besar. Paket tersebut juga mencakup suspensi yang diperkuat, per dan peredam kejut yang ditingkatkan, anti-roll bar lebih besar, sistem knalpot ganda, roda 14 inci dengan ban redline, serta pilihan transmisi manual dengan floor shifter Hurst.
Kombinasi itu membuat GTO menawarkan karakter berkendara yang berbeda dibandingkan sedan Amerika konvensional pada era tersebut.
Kesuksesan GTO pada 1964 segera menarik perhatian produsen Detroit lainnya.
GTO memperkenalkan formula yang kemudian menjadi identitas muscle car: mesin besar, bodi intermediate, harga relatif terjangkau, dan tampilan agresif.
Konsep tersebut kemudian mendapat respons dari berbagai kompetitor.
Oldsmobile hadir dengan 4-4-2, sementara Chevrolet dan merek General Motors lainnya ikut memperkuat persaingan di segmen mobil performa.