BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Pangan terus mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ni Made Ayu Kumala Dewi, mengatakan penguatan lahan pekarangan diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan membutuhkan kreativitas agar pekarangan yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan.
"Ya, pada prinsipnya kami kalau di penguatan lahan pekarangan itu kan lebih memperkuat rumah tangga dalam menyelenggarakan ketahanan pangan keluarga," tutur Ayu, Senin 29 September 2026.
Ia menjelaskan, lahan yang sempit tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bercocok tanam. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura yang dibutuhkan sehari-hari.
"Artinya kan kita memanfaatkan namanya di kota ini kalau untuk lahan yang luas kan kayaknya sulit, jadi bagaimana kita manfaatkan lahan kita yang sempit untuk bisa menghasilkan tanaman-sayur-mayur maupun cabai dan rampai yang sering dipakai dan dikonsumsi sehari-hari itu bisa dipenuhi untuk rumah tangga sendiri," terang Ayu.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pangan Kota Bandar Lampung menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai salah satu penggerak program di lingkungan masyarakat.
Keterlibatan KWT diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan secara bersama-sama sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat keluarga.
"Nah, sejauh ini program kami memang menyasarnya itu KWT, kelompok wanita tani," ungkap Ayu.
Ayu mengatakan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga.
"Harapan kita, itu mereka selain memberdayakan keluarga, maksudnya kalau yang mungkin tidak ada penghasilan di luar bisa dapat penghasilan tambahan, tapi juga sebagai daya ungkit," jelas Ayu.