Saat itu, Brigadir Arya diketahui baru saja menyelesaikan tugas piket di Direktorat Intelkam Polda Lampung.
Dalam perjalanan, korban memergoki dua orang yang diduga tengah melakukan pencurian sepeda motor.
Korban sempat menegur para pelaku, namun salah satu dari mereka justru melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan.
Peluru mengenai kepala sebelah kiri korban, menyebabkan luka serius. Brigadir Arya sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Kapolda Lampung memastikan tim gabungan dari berbagai satuan masih melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Selain itu, penyidik juga mendalami asal-usul senjata api yang digunakan dalam aksi kriminal tersebut.
“Kami terus memburu pelaku dan mengembangkan penyelidikan, termasuk menelusuri senjata api yang dipakai,” tegasnya.
Peristiwa ini menyita perhatian luas masyarakat karena menunjukkan semakin nekatnya pelaku curanmor yang kini berani menggunakan senjata api, sehingga membahayakan keselamatan warga dan aparat kepolisian.