Brigadir Arya Gugur, Kapolda Lampung Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelaku

Kapolda Lampung menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku curanmor bersenjata api yang menewaskan anggota Polri.
Krisna Jeri - Sabtu, 09 Mei 2026 - 19:52 WIB
Kapolda Lampung Helfi Assegaf mendatangi RS Bhayangkara Polda Lampung untuk melihat jenazah Brigadir Arya Supena yang gugur saat menggagalkan aksi curanmor.
Kapolda Lampung Helfi Assegaf mendatangi RS Bhayangkara Polda Lampung untuk melihat jenazah Brigadir Arya Supena yang gugur saat menggagalkan aksi curanmor. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG - Kapolda Lampung Helfi Assegaf mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kedatangan jenderal bintang dua tersebut dilakukan untuk melihat langsung jenazah Brigadir Arya Supena, anggota Polri yang gugur setelah ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor.

Brigadir Arya tewas saat berusaha menggagalkan aksi curanmor yang dilakukan dua orang pelaku di wilayah Kedaton, Bandar Lampung.

Korban ditembak setelah memergoki aksi pencurian sepeda motor yang berlangsung pada pagi hari.

Advertisements

Dengan ekspresi serius dan penuh duka, Kapolda Lampung langsung menuju ruang jenazah.

Ia didampingi sejumlah pejabat utama Polda Lampung serta Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfred.

Kehadiran pimpinan tertinggi Polda Lampung tersebut menjadi simbol penghormatan terakhir bagi anggota yang gugur dalam tugas.

Suasana haru menyelimuti area rumah sakit. Keluarga korban dan rekan-rekan sesama anggota Polri tampak menunggu proses penanganan jenazah dengan wajah penuh kesedihan.

Advertisements

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda Lampung menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan bersenjata yang telah menghilangkan nyawa anggota kepolisian.

“Tidak ada toleransi. Saya tegaskan, tindakan tegas akan dilakukan karena mereka sudah berani menggunakan senjata api dan menghilangkan nyawa anggota kami,” kata Helfi.

Ia menilai penggunaan senjata api dalam aksi curanmor merupakan ancaman serius terhadap keamanan publik dan aparat penegak hukum.

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di depan Toko Yussy Akmal, Kecamatan Kedaton.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements