Sepanjang masa produksinya, Citroën Méhari hadir dalam berbagai versi dan edisi khusus.
Pada 1983, Citroën memperkenalkan Méhari Plage yang mengusung karakter lebih kuat sebagai kendaraan liburan.
Pada tahun yang sama, hadir pula Méhari Azur yang dipasarkan dalam jumlah terbatas.
Méhari Azur hanya diproduksi sebanyak 700 unit untuk pasar Prancis, Italia, dan Portugal. Jumlah produksinya yang terbatas membuat varian tersebut kini menarik perhatian kolektor.
Kesederhanaan desain juga membuat warna bodi, kelengkapan interior, komponen mekanis, dan kondisi rangka menjadi bagian penting dalam proses restorasi.
Seiring berjalannya waktu, Méhari mengalami perubahan status. Mobil yang awalnya dirancang sebagai kendaraan utilitas dan rekreasi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu mobil klasik yang memiliki nilai historis.
Desainnya mudah dikenali berkat bodi plastik, atap terbuka, kaca depan yang dapat dilipat, serta bentuk kotaknya.
Karakter tersebut membuat Méhari terlihat berbeda dibandingkan mayoritas mobil pada zamannya, bahkan sulit ditemukan padanannya pada kendaraan modern.
Bagi kolektor, mempertahankan kondisi orisinal menjadi salah satu daya tarik utama.
Detail seperti warna bodi, interior, komponen mekanis, hingga kondisi rangka menjadi perhatian dalam proses restorasi.
Kisah Méhari tidak benar-benar berakhir setelah produksi model klasik dihentikan.