BANDAR LAMPUNG – Harley-Davidson WLA merupakan salah satu sepeda motor paling ikonik yang lahir dari kebutuhan militer Amerika Serikat pada era Perang Dunia II.
Berbasis Harley-Davidson WL, motor ini dikenal karena konstruksinya yang sederhana, tangguh, mudah dirawat, dan mampu mendukung mobilitas pasukan di berbagai kondisi.
Popularitas Harley-Davidson WLA tidak berhenti setelah perang berakhir.
Sebagian unit kemudian berpindah ke tangan masyarakat sipil, sementara sebagian lainnya dimodifikasi menjadi motor custom.
Kini, WLA justru menjadi salah satu sepeda motor militer klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi dan banyak menarik perhatian kolektor.
Harley-Davidson mengembangkan WLA sebagai versi militer dari keluarga WL. Penamaan tersebut memiliki arti tersendiri.
Huruf “W” menunjukkan keluarga mesin W-series, sedangkan “L” berkaitan dengan spesifikasi kompresi mesin dan *m“A”merujuk pada Army.
Model ini mulai diproduksi untuk kebutuhan militer Amerika Serikat pada awal 1940-an.
Ketika Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia II, kebutuhan kendaraan bermotor untuk mendukung mobilitas pasukan meningkat pesat.
WLA kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengiriman pesan, patroli, pengawalan konvoi hingga mendukung mobilitas personel.
Jantung mekanis Harley-Davidson WLA adalah mesin V-twin 45 cubic inch, atau sekitar 740 cc.
Mesin tersebut menggunakan pendingin udara dan dirancang dengan fokus pada ketahanan serta kemudahan perawatan. WLA memang bukan motor yang mengutamakan performa tinggi.