Pada 2016, Citroën memperkenalkan E-Méhari, mobil konvertibel empat penumpang dengan tenaga listrik.
Meski memiliki teknologi dan desain yang berbeda jauh dari Méhari generasi 1968, E-Méhari tetap membawa semangat kendaraan terbuka yang sederhana dan menyenangkan.
Kemunculan model tersebut menunjukkan bahwa filosofi Méhari masih memiliki daya tarik, bahkan ketika industri otomotif mulai memasuki era elektrifikasi.
Secara umum, Citroën Méhari klasik memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya berbeda dari mobil pada era yang sama, antara lain:
- Panjang sekitar 3,5 meter.
- Lebar sekitar 1,5 meter.
- Tinggi sekitar 1,54 meter.
- Bobot kosong sekitar 525 kilogram.
- Kapasitas hingga empat penumpang.
- Mesin dua silinder sekitar 602 cc.
- Bodi menggunakan material plastik ABS.
- Tersedia varian penggerak empat roda atau Méhari 4x4.
Keunggulan utama Méhari bukan pada performa mesin atau teknologi canggih, melainkan pada perpaduan bobot ringan, konstruksi sederhana, ruang fleksibel, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai kebutuhan.
Citroën Méhari membuktikan bahwa sebuah mobil tidak harus memiliki mesin besar, teknologi rumit, atau desain mewah untuk menjadi legenda.
Dengan bodi plastik ABS, mesin berkapasitas kecil, bobot ringan, dan konsep yang memadukan kendaraan utilitas serta rekreasi, Méhari berhasil menciptakan identitas yang kuat.
Mobil ini pernah menjalankan banyak peran, mulai dari kendaraan keluarga, kendaraan kerja, kendaraan militer, pendukung layanan medis, hingga kendaraan rekreasi.
Lebih dari setengah abad setelah diperkenalkan, Citroën Méhari tetap dikenang sebagai salah satu mobil paling eksentrik sekaligus inovatif dalam sejarah otomotif Prancis.
Pada akhirnya, daya tarik Méhari terletak pada kesederhanaannya. Kendaraan yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata, memiliki karakter kuat, dan menawarkan fungsi praktis ternyata mampu bertahan jauh melampaui zamannya.