Karakter utamanya justru terletak pada konstruksi yang sederhana, tenaga yang cukup untuk kebutuhan operasional, serta kemampuan bekerja dalam penggunaan berat.
Sistem mekanis yang relatif mudah dipahami juga menjadi keuntungan ketika motor harus dirawat di lapangan yang jauh dari fasilitas bengkel modern.
Berbeda dengan Harley-Davidson versi sipil, WLA mendapatkan sejumlah perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan militer.
Beberapa kelengkapannya antara lain:
- Pelindung kaki.
- Rak untuk membawa barang.
- Kotak perlengkapan.
- Berbagai aksesori pendukung operasional.
- Komponen yang dirancang untuk menunjang penggunaan di lapangan.
Desain WLA sangat fungsional. Hampir tidak ada bagian yang dibuat sekadar untuk mempercantik tampilan karena kendaraan tersebut memang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional.
WLA juga menggunakan *lspringer fork pada generasi awal, sebelum perkembangan produksi dan spesifikasi menghadirkan konfigurasi suspensi yang berbeda.
Harley-Davidson WLA bukan kendaraan yang dirancang untuk terlibat langsung dalam pertempuran.
Fungsi utamanya adalah mendukung mobilitas pasukan.
Ukurannya yang relatif ringkas membuat motor ini dapat digunakan oleh kurir untuk melewati jalan sempit, menjalankan patroli, mengirim pesan, serta membantu pergerakan personel di area yang sulit dijangkau kendaraan berukuran besar.
Pada masa ketika perangkat komunikasi portabel belum sepraktis sekarang, sepeda motor memiliki peran penting dalam mendukung sistem komunikasi, transportasi, dan logistik militer.
Ketika Perang Dunia II berlangsung, Harley-Davidson menjadi salah satu produsen sepeda motor penting bagi militer Amerika Serikat.
WLA kemudian identik dengan pasukan Amerika di berbagai wilayah konflik.