Harley-Davidson WLA, Motor Perang Dunia II yang Kini Jadi Buruan Kolektor

Harley-Davidson WLA dikenal sebagai motor militer Amerika Serikat era Perang Dunia II yang tangguh, sederhana, dan ikonik.
Krisna Jeri - Senin, 24 Agt 2026 - 07:09 WIB
Harley-Davidson WLA merupakan motor militer Amerika Serikat pada era Perang Dunia II yang dikenal dengan mesin V-twin 740 cc, konstruksi sederhana, dan desain fungsional.
Harley-Davidson WLA merupakan motor militer Amerika Serikat pada era Perang Dunia II yang dikenal dengan mesin V-twin 740 cc, konstruksi sederhana, dan desain fungsional. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Motor ini juga dikenal dengan julukan “Liberator”, terutama karena citranya yang kuat sebagai kendaraan yang hadir bersama pasukan Sekutu dalam pembebasan wilayah Eropa.

Julukan tersebut kemudian semakin memperkuat posisi WLA sebagai salah satu simbol sejarah militer dan kebebasan.

Kebutuhan terhadap sepeda motor meningkat tajam selama Perang Dunia II.

Harley-Davidson kemudian memproduksi WLA dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan militer.

Advertisements

Selain digunakan oleh militer Amerika Serikat, motor berbasis WLA juga disalurkan kepada sejumlah negara sekutu melalui program bantuan perang.

Hal tersebut membuat sejarah WLA tidak hanya berkembang di Amerika Serikat, tetapi juga menyebar ke berbagai negara.

Setelah perang berakhir, sebagian unit tidak lagi digunakan untuk kebutuhan militer.

Motor-motor tersebut kemudian dijual kepada masyarakat sipil dan dimodifikasi sesuai kebutuhan pemiliknya.

Advertisements

Peralihan WLA dari kendaraan militer menjadi kendaraan sipil membawa perubahan besar.

Di Amerika Serikat, sejumlah unit kemudian dijadikan basis untuk membangun bobber dan berbagai jenis sepeda motor custom.

Modifikasi tersebut membuat banyak WLA kehilangan perlengkapan militer asli. Komponen seperti rak, pelindung kaki, hingga aksesori khas militer tidak lagi dipertahankan pada sebagian unit.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements