Jumlah unit yang tidak sebanyak RX-King membuat motor ini relatif sulit ditemukan, terlebih dalam kondisi yang masih mendekati standar pabrik.
Usianya yang telah mencapai lebih dari empat dekade juga membuat banyak unit mengalami pergantian komponen, restorasi atau modifikasi.
Karena itu, keaslian menjadi salah satu aspek penting bagi kolektor yang memburu RX-K.
Komponen seperti mesin, rangka, tangki, panel instrumen, lampu, knalpot hingga detail bodi dapat diperiksa untuk mengetahui sejauh mana sebuah unit masih mempertahankan karakter aslinya.
Semakin lengkap komponen bawaan dan semakin minim perubahan, semakin menarik pula unit tersebut bagi penggemar motor klasik.
Yamaha RX-K mungkin tidak memiliki popularitas sebesar RX-King. Namun, perannya dalam perjalanan keluarga RX tidak dapat dilepaskan begitu saja.
Motor yang hadir pada awal 1980-an tersebut menjadi salah satu penghubung antara generasi RX sebelumnya dengan lahirnya RX-King.
Mesin dua tak, teknologi YEIS, sistem Autolube dan karakter performanya menjadi bagian dari perjalanan pengembangan Yamaha sebelum memasuki era RX-King.
Kini, ketika motor dua tak semakin sulit ditemukan dalam kondisi orisinal, RX-K justru memiliki daya tarik yang berbeda.
Nilainya bukan hanya terletak pada mesin atau desain lawas, tetapi juga pada sejarah panjang yang dibawanya.
Yamaha RX-K merupakan cikal bakal penting menuju lahirnya RX-King, sebuah model yang kemudian memperoleh status sebagai salah satu legenda motor dua tak di Indonesia.