BANDAR LAMPUNG — Yamaha V75 bukan sekadar motor lawas. Motor bebek mungil bermesin dua langkah ini menjadi bagian dari perjalanan awal perkembangan sepeda motor Yamaha di Tanah Air, sekaligus saksi era ketika kendaraan roda dua menjadi andalan mobilitas banyak keluarga.
Nama Yamaha V75 mungkin tidak lagi akrab bagi generasi muda. Namun, bagi pencinta motor klasik, model ini memiliki tempat tersendiri.
Desainnya sederhana, bobotnya ringan, konstruksi mesinnya relatif mudah dipahami, serta suara khas mesin dua tak membuat V75 tetap memiliki penggemar hingga sekarang.
Motor yang pada masanya digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari ini kini mengalami perubahan status.
Dari kendaraan praktis yang pernah menghiasi jalanan Indonesia, Yamaha V75 mulai dipandang sebagai salah satu motor klasik yang memiliki nilai sejarah dan nostalgia.
Keberadaan Yamaha V75 tidak dapat dilepaskan dari perkembangan industri sepeda motor Yamaha di Indonesia.
Pada era 1970-an, sepeda motor mulai menjadi salah satu sarana transportasi penting bagi masyarakat.
Yamaha pun membangun basis manufaktur lokal melalui pendirian PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 1974.
Yamaha V75 kemudian dikenal sebagai bagian dari keluarga motor bebek kecil Yamaha yang berkembang setelah kehadiran Yamaha V50.
Model ini membawa mesin dengan kapasitas lebih besar, sekitar 72–73 cc, dan menjadi salah satu pilihan kendaraan ringan yang populer pada masanya.
Dalam perkembangannya, keluarga motor kecil Yamaha tersebut terus berevolusi.
Nama V75 kemudian menjadi bagian dari perjalanan menuju model bermesin lebih besar seperti V80 atau Y80.