TEKNOLOGI – Akhirnya ada juga laptop yang berani memaksimalkan potensi chip Ryzen AI Max. Lenovo Legion 7i Gen 11 hadir sebagai laptop gaming layar 15 inci yang tipis namun membawa jeroan monster.
Ditenagai prosesor Ryzen AI Max Plus 388, laptop ini siap menghajar tugas berat maupun gaming. Tapi seperti biasa, inovasi terbaru di tahun 2026 ini datang dengan banderol harga yang lumayan bikin meringis.
Mari kita bongkar apakah spesifikasi dan performa yang ditawarkan Legion 7i Gen 11 ini sepadan dengan harganya.
Spesifikasi Gahar dalam Bodi Ultrabook
Varian yang kita bahas menggunakan prosesor Ryzen AI Max Plus 388 dengan RAM 32 GB DDR5. Penyimpanannya juga sudah memakai SSD 1 TB yang super lega.
Layarnya menjadi salah satu nilai jual utama. Lenovo memasang panel OLED 15.3 inci (2560x1600) dengan refresh rate 165Hz yang sangat memanjakan mata.
Meski speknya brutal, bobot laptop ini cuma 1.55 kg! Rasanya malah lebih mirip bawa ultrabook ketimbang laptop gaming sungguhan. Balutan warna Blue Nebula dipadukan sasis berbahan metal bikin laptop ini terasa sangat premium dan kokoh.
Namun, ada sedikit keluhan pada kelengkapan port chargernya. Port USB-C bertenaga 180W justru diletakkan di sisi kanan yang bisa mengganggu pergerakan mouse saat nge-game. Sementara port kiri dibatasi hanya 100W saja, yang artinya performa laptop tertahan di mode "Balanced".
Performa Setara RTX 5060?
Masuk ke urusan dapur pacu, Ryzen AI Max Plus 388 punya 8 core Zen 5 dan 16 thread. Boost clock maksimalnya bisa menembus 5 GHz. Kinerja single-core maupun multi-core berjalan sangat solid, bahkan suhunya sangat stabil.
Di profil pendingin "Quiet", daya prosesor dibatasi 40W dengan suhu maksimal cuma 58 derajat Celcius. Sementara di mode "Performance", dayanya tembus 100W dengan suara kipas yang masih dalam batas toleransi.
Urusan grafis, laptop ini mengandalkan GPU terintegrasi Radeon 8060S. Jangan remehkan status integrated graphics-nya, karena skor Time Spy di mode performance nyaris menyamai kartu grafis diskrit RTX 5060!
Main game berat seperti Battlefield 6 di resolusi native (1600p) berjalan mulus tanpa kendala. Untuk game e-sports seperti CS:GO, frame rate-nya stabil di atas 100 FPS pada pengaturan grafis mentok kanan.
Baterai Awet, Software Makin Berat
Sektor daya didukung baterai berkapasitas 84Wh yang tampil impresif. Digunakan untuk menonton YouTube di kecerahan 200 nits, laptop ini bisa bertahan nyaris 9 jam non-stop. Bahkan dipakai gaming santai tanpa dicolok listrik, laptop masih sanggup nyala sekitar 1 jam 20 menit.