TEKNOLOGI – Kenaikan harga RAM DDR5 yang disebut sebagai fenomena Ramageddon membuat gamer harus berpikir ulang ketika merakit PC gaming baru. Kondisi tersebut bahkan mendorong sebagian calon pengguna memilih satu keping RAM terlebih dahulu demi menekan biaya.
Pertanyaannya, apakah konfigurasi Single Channel masih cukup untuk bermain game, atau Dual Channel tetap menjadi pilihan wajib?
Pengujian yang dilakukan kanal YouTube ARX ID Media mencoba menjawab pertanyaan tersebut melalui sejumlah benchmark pada platform Intel. Pengujian dibawakan Bang Hani dan menggunakan perangkat kelas atas untuk melihat seberapa besar pengaruh bandwidth memori terhadap performa gaming.
Harga DDR5 Melonjak, Gamer Mulai Cari Kompromi
Kenaikan harga RAM DDR5 menjadi salah satu persoalan bagi PC builder. Modul berkapasitas 32 GB yang sebelumnya berada di kisaran Rp6 juta disebut telah menembus lebih dari Rp7 juta.
Situasi tersebut membuat sebagian calon pembeli mempertimbangkan strategi membeli satu keping RAM terlebih dahulu. Rencananya, keping kedua akan ditambahkan ketika anggaran sudah kembali tersedia.
Namun, strategi tersebut memiliki konsekuensi terhadap performa, terutama pada platform Intel yang cukup sensitif terhadap bandwidth dan latency memori.
Spesifikasi PC Kelas Atas untuk Pengujian
Untuk mendapatkan hasil pengujian yang lebih jelas, ARX menggunakan perangkat dengan spesifikasi kelas atas.
Konfigurasi pengujian tersebut meliputi:
- Motherboard Z890 Maxsun iCraft Arctic.
- Prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru.
- GPU Nvidia GeForce RTX 4090.
- RAM Adata Nova RGB DDR5 6000 MHz.
- Pengujian Single Channel dan Dual Channel.
- Kecepatan mulai JEDEC 4800 MHz hingga XMP 6000 MHz.
Pengujian game dilakukan pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis Low dan High. Resolusi tersebut dipilih agar pengaruh CPU dan RAM lebih mudah terlihat.
Sementara pada resolusi 4K, beban kerja lebih banyak berpindah ke GPU sehingga perbedaan konfigurasi memori cenderung tidak terlalu terlihat.
Dual Channel Berikan Perbedaan Besar pada Benchmark CPU
Pengujian sintetis menggunakan AIDA64 menunjukkan perbedaan bandwidth yang cukup signifikan antara konfigurasi Single Channel dan Dual Channel.
Perbedaan juga terlihat pada 3DMark. Dalam Fire Strike berbasis DirectX 11, skor Physics hanya meningkat tipis dari 53.100 menjadi 53.477 poin.