Sebulan Belajar di Hutan, Mahasiswa Unila Perdalam Konservasi di TNBBS

Lima mahasiswa Unila menjalani magang selama sebulan di TNBBS dan terlibat langsung dalam patroli, pemulihan ekosistem, hingga pemantauan satwa.
Edi Prasetya - Minggu, 09 Agt 2026 - 16:09 WIB
Lima mahasiswa Kehutanan Unila memperkuat pengalaman konservasi melalui magang di Resor Balik Bukit TNBBS
Lima mahasiswa Kehutanan Unila memperkuat pengalaman konservasi melalui magang di Resor Balik Bukit TNBBS - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Pengalaman mengelola kawasan konservasi tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di ruang perkuliahan. Hal itu dirasakan langsung lima mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) saat menjalani program magang di Resor Balik Bukit, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Kubu Perahu, Kabupaten Lampung Barat.

Program magang berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk melihat sekaligus terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pengelolaan kawasan konservasi.

Kelima mahasiswa itu yakni Hari Kumandang, Gandi Saputra, Maria Andrea Christy Septyanne, Muthia Lathifa dan Abdul Hapid Rizkiawan Liara. Mereka merupakan mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila angkatan 2024 yang mengikuti magang sebagai bagian dari pemenuhan kurikulum perkuliahan.

Selama berada di kawasan TNBBS, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan hutan secara teoritis. Mereka juga mengikuti berbagai kegiatan lapangan bersama petugas Resor Balik Bukit.

Advertisements

Salah satunya melalui patroli pengamanan kawasan. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung proses pengawasan kawasan konservasi sekaligus mengenali berbagai potensi gangguan terhadap kelestarian hutan.

Pengalaman lainnya diperoleh melalui kegiatan pembibitan tanaman yang berkaitan dengan upaya pemulihan ekosistem. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tahapan yang diperlukan dalam mendukung pemulihan kawasan.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi untuk pemantauan satwa dan kawasan. Mereka mengikuti kegiatan pemasangan serta pengambilan camera trap atau kamera jebak.

Data hasil pemantauan kamera jebak kemudian diolah dan disusun dalam basis data. Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mendukung kegiatan pemantauan keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Selain itu, mahasiswa mendapat pelatihan penggunaan GPS serta aplikasi pemetaan ArcGIS. Keduanya menjadi perangkat pendukung dalam kegiatan pengelolaan dan pemantauan kawasan.

Mereka juga ikut melakukan pengecekan calon lokasi pemulihan ekosistem dan mendampingi aktivitas wisata alam di Ekowisata Kubu Perahu.

Tak kalah menarik, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap Rhizanthes, salah satu tumbuhan langka dan dilindungi yang menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati TNBBS.

Beragam kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa pengelolaan kawasan konservasi memiliki cakupan yang luas. Upaya konservasi tidak hanya berkaitan dengan menjaga hutan, tetapi juga mencakup pemantauan keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, pemanfaatan teknologi hingga pengelolaan wisata alam.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements