Keluhan Debu PT Semen Baturaja , Pengamat Unila Desak Pemerintah Perkuat Pengawasan

Keluhan debu PT Semen Baturaja kembali mencuat. Pengamat Unila mendorong pengawasan pemerintah dilakukan aktif, tegas, dan berkelanjutan.
Krisna Jeri - Minggu, 30 Agt 2026 - 19:05 WIB
Keluhan debu yang diduga berasal dari aktivitas PT Semen Baturaja kembali menjadi sorotan. Pengamat Unila menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan agar aktivitas industri tidak mengabaikan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.
Keluhan debu yang diduga berasal dari aktivitas PT Semen Baturaja kembali menjadi sorotan. Pengamat Unila menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan agar aktivitas industri tidak mengabaikan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Ketika masyarakat telah menyampaikan keluhan maupun laporan, pemerintah dinilai memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan fakta di lapangan.

Pengawasan perlu dilakukan guna mengetahui apakah aktivitas korporasi telah memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan.

Apabila ditemukan pelanggaran, penyimpangan, atau ketidaksesuaian dengan standar lingkungan, pemerintah harus memberikan tindakan korektif yang jelas dan tegas.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak menjadi pihak yang harus menanggung sendiri dampak sosial maupun lingkungan akibat aktivitas ekonomi perusahaan.

Advertisements

“Tujuannya adalah agar biaya sosial dan biaya lingkungan ini tidak hanya ditanggung oleh masyarakat sekitar, tetapi harus ada pertanggungjawaban dari korporasi yang beroperasi,” tegasnya.

Vincensius menekankan bahwa penguatan pengawasan terhadap korporasi tidak berarti pemerintah maupun masyarakat bersikap antiinvestasi.

Sebaliknya, pengawasan yang efektif diperlukan untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan investasi, keberlangsungan perusahaan, serta perlindungan terhadap masyarakat.

Aktivitas korporasi, kata dia, idealnya memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada masyarakat.

Advertisements

Namun, manfaat tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya meminimalkan risiko sosial dan lingkungan yang mungkin ditimbulkan.

“Ini bisa menjadi tolok ukur bagi pemerintah untuk menghadirkan tata kelola ekonomi yang adil. Adil bagi negara, adil bagi korporasi, dan adil pula bagi masyarakat setempat,” katanya.

Dengan demikian, keberadaan perusahaan tidak hanya dinilai dari kontribusinya terhadap perekonomian, tetapi juga dari kemampuannya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Untuk mencegah persoalan serupa terus berulang, Vincensius mendorong pemerintah membangun mekanisme pengawasan yang lebih kolaboratif.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements