BANDAR LAMPUNG - Kecamatan Sukabumi dan Panjang menjadi dua wilayah di Kota Bandar Lampung yang paling sering membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung rutin mengerahkan armada tangki ke sejumlah kawasan yang terdampak.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengatakan kebutuhan air bersih di Kecamatan Sukabumi dan Panjang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain yang juga terdampak kekeringan.
"Setiap hari kami maksimalkan 12 sampai 15 mobil tangki, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter," kata Idham. Jumat 21 Agustus 2026.
Pengiriman air bersih dilakukan berdasarkan laporan serta kebutuhan warga di lapangan. Selain Sukabumi dan Panjang, distribusi juga telah menjangkau Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Rajabasa, dan Telukbetung Timur.
Setiap mobil tangki membawa sekitar 5.000 liter air. Armada tersebut dapat dikerahkan ke lokasi berbeda berdasarkan hasil pemantauan petugas maupun laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Penanganan dilakukan secara berkelanjutan selama kebutuhan air bersih masih muncul. BPBD juga menyiagakan personel selama 24 jam untuk memastikan laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menangani dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Musim kemarau membuat ketersediaan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari mulai berkurang di sejumlah kawasan.
Meski distribusi dilakukan secara intensif, Idham menyebut proses penyaluran air bersih sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Masyarakat di lokasi terdampak juga telah mengantisipasi kedatangan armada dengan menyiapkan wadah penampungan air.
"Alhamdulillah, untuk pendistribusian sejauh ini tidak ada kendala berarti. Masyarakat juga sudah menyiapkan tempat penampungan air," ujarnya.
Selain mengandalkan distribusi menggunakan mobil tangki sebagai penanganan sementara, BPBD bersama pemerintah kota juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air saat kekeringan kembali terjadi.
Idham mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan titik yang memungkinkan dibangun sumur bor baru. Pemetaan tersebut diprioritaskan di kawasan yang dinilai rentan mengalami kekurangan air bersih.