BANDAR LAMPUNG — Suzuki Bravo merupakan salah satu motor bebek 2-tak yang pernah menghiasi jalanan Indonesia dan kini kembali menarik perhatian pencinta motor klasik.
Mengusung mesin sekitar 100 cc dengan teknologi Jet Cooled, Suzuki Bravo menjadi salah satu pengembangan terakhir keluarga RC100 yang dikenal sederhana, ringan, mudah dikendalikan dan memiliki karakter mesin 2-tak khas.
Nama Bravo merujuk pada generasi akhir Suzuki RC100. Suzuki Indonesia mencatat RC100 sebagai salah satu sepeda motor yang pernah diproduksi di Indonesia sejak 1986 hingga 2002.
Suzuki Bravo bukanlah model yang berdiri sendiri. Motor ini merupakan penyegaran atau facelift dari RC100 yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat Indonesia.
Menurut sejumlah catatan sejarah otomotif, RC Bravo mulai hadir sekitar 1994 dan menjadi penyegaran terakhir keluarga RC100.
Model tersebut mempertahankan mesin 2-tak berkapasitas 99,6 cc, tetapi mendapatkan desain bodi yang lebih membulat dibandingkan generasi RC100 sebelumnya.
Menariknya, Suzuki mempertahankan keluarga RC100 dalam waktu yang cukup panjang.
Produksinya berlangsung hingga 2002 sehingga menjadikannya salah satu motor bebek 2-tak dengan masa edar panjang di Indonesia.
Perjalanan tersebut membuat Suzuki Bravo memiliki posisi khusus dalam sejarah perkembangan motor bebek nasional.
Daya tarik utama Suzuki Bravo tentu berada pada sektor mesin.
Motor ini menggunakan mesin 2-tak satu silinder berkapasitas 99,6 cc dengan teknologi Jet Cooled dan Reed Valve.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 8,1 HP pada 6.500 rpm dan torsi maksimum sekitar 1,58 kg-m pada 5.500 rpm.