Mercedes-Benz mulai membawa karakter motorsport ke keluarga W201 melalui 190E 2.3-16 yang diperkenalkan pada 1983.
Varian tersebut menggunakan kepala silinder empat katup per silinder hasil pengembangan bersama Cosworth. Pada versi awal tanpa katalis, mesinnya mampu menghasilkan tenaga hingga 185 PS.
Kehadiran 190E 2.3-16 kemudian membuka jalan bagi pengembangan varian 16-katup lainnya, termasuk 190E 2.5-16 serta model homologasi Evolution yang memiliki hubungan erat dengan kiprah Mercedes-Benz di ajang balap touring.
Pada era tersebut, AMG masih berstatus sebagai perusahaan tuning dan motorsport yang berdiri terpisah dari Mercedes-Benz.
AMG melihat bahwa bodi W201 yang kompak dapat menjadi basis menarik untuk pengembangan performa.
Tidak hanya melakukan peningkatan terhadap mesin empat silinder, AMG juga mengambil langkah lebih ekstrem dengan memasukkan mesin enam silinder berkapasitas lebih besar.
Hasil pengembangan tersebut melahirkan Mercedes-Benz 190E 3.2 AMG.
Mobil ini menggunakan mesin enam silinder segaris berkapasitas sekitar 3,2 liter yang menghasilkan tenaga sekitar 234 PS.
Mesin tersebut dikembangkan dari unit enam silinder yang digunakan pada Mercedes-Benz 300 E, tetapi mendapatkan sejumlah modifikasi internal untuk menghasilkan performa lebih tinggi.
Menurut catatan AUTO BILD KLASSIK, AMG melakukan sejumlah perubahan pada mesin, termasuk penggunaan camshaft yang lebih agresif, modifikasi komponen internal, peningkatan kapasitas mesin, serta penyempurnaan sistem pemasukan bahan bakar.
Hasil akhirnya adalah mesin naturally aspirated berkapasitas 3.242 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 234 PS pada 5.750 rpm dan torsi sekitar 317 Nm pada 4.500 rpm.
Daya tarik utama Mercedes-Benz 190E 3.2 AMG terletak pada kombinasi yang tidak biasa pada zamannya.