Abu Vulkanik Anak Krakatau Terpantau di Pesbar, Warga Diminta Tetap Tenang

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau di Pesbar. Warga Bangkunat hingga Ngaras diimbau tenang, waspada, dan memakai masker.
gambar-user/R7Evkfp2NT19GsKJWnQmQ7oszupwRFyY6wKB7Pfb.webp
Budi Setiawan - Sabtu, 05 Sep 2026 - 16:23 WIB
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar hingga wilayah Pesisir Barat, Lampung
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar hingga wilayah Pesisir Barat, Lampung - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian setelah erupsi yang berlangsung sejak Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari memicu sebaran abu vulkanik ke atmosfer. Berdasarkan pemantauan citra satelit, pergerakan abu vulkanik tersebut turut mengarah ke sejumlah wilayah Lampung, termasuk Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesbar Herdi Wilismar, S.H., M.M., mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi kondisi tersebut. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terutama bagi warga yang mulai melihat atau merasakan adanya abu vulkanik di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi kewaspadaan tetap ditingkatkan. Apabila beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker dan, bila diperlukan, gunakan kacamata pelindung. Masyarakat juga kami minta terus memantau informasi resmi dari BPBD, PVMBG, dan BMKG,” kata Herdi.

Menurut Herdi, abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang dapat menimbulkan gangguan apabila terhirup atau mengenai tubuh secara langsung. Paparan abu dalam kondisi tertentu berpotensi menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata maupun kulit, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas cukup lama di luar ruangan.

Advertisements

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta membatasi aktivitas di luar rumah apabila sebaran abu semakin terlihat. Warga juga dianjurkan menutup pintu dan jendela untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah serta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar ruangan.

“Setelah beraktivitas di luar, sebaiknya segera mandi dan mencuci wajah. Perbanyak juga minum air putih. Kalau kondisi udara mulai dipenuhi abu, lebih baik aktivitas di luar ruangan dikurangi untuk sementara,” ujarnya.

Herdi menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kewaspadaan pemerintah daerah menyusul perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan laporan yang diterima, erupsi kembali terjadi pada Sabtu dini hari dan berlangsung selama beberapa jam. Aktivitas tersebut juga disertai suara gemuruh dan dentuman yang dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Lampung, Banten hingga Jawa Barat.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

“Gunung Anak Krakatau sendiri masih berada pada Level III atau Siaga. Untuk di wilayah Pesbar, sebaran abu vulkanik yang cukup parah terjadi di wilayah Bangkunat dan sekitarnya,” jelasnya.

Masih kata Herdi, berdasarkan analisis citra Himawari-9 yang dibagikan BPBD, sebaran abu vulkanik terdeteksi pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 20.000 kaki.

Pola sebaran tersebut turut mencakup sebagian wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Masyarakat tidak perlu panik. Yang penting, tetap waspada, ikuti informasi resmi dan jangan mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas,” tegasnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements