LAMPUNG BARAT – Sebuah rumah panggung dua lantai milik Rido bin Nahril, warga Pekon Wates, nyaris ludes terbakar setelah api diduga dipicu korsleting arus listrik, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Api sempat melahap bagian dinding dan plafon rumah yang sebagian besar berbahan papan. Beruntung, kebakaran cepat diketahui sehingga pemilik rumah bersama warga dapat segera melakukan upaya pemadaman.
Peratin Wates, Mirwan Atmaja, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada terminal colokan televisi.
"Api berasal dari korsleting arus listrik, yakni di bagian terminal colokan TV," kata Mirwan.
Saat mengetahui api mulai membesar, pemilik rumah bersama warga langsung melakukan penyiraman. Upaya pemadaman difokuskan pada bagian atas rumah yang mulai dilalap api.
"Beruntung warga dan pemilik rumah sigap melakukan penyiraman di bagian atas, sehingga api bisa langsung dipadamkan," ujarnya.
Tak lama kemudian, satu armada pemadam kebakaran (Damkar) dari UPT Damkar Balikbukit tiba di lokasi. Petugas langsung melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali.
Pendinginan dilakukan secara menyeluruh karena bangunan merupakan rumah panggung dua lantai dengan material utama papan yang relatif mudah terbakar.
"Damkar langsung melakukan pendinginan karena rumahnya rumah panggung dan bermaterial papan. Berkat kesigapan warga, pemilik rumah dan petugas, kebakaran dapat cepat diatasi," jelas Mirwan.
Meski api sempat membakar bagian dinding dan plafon, kebakaran berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Api tidak sampai merambat dan menghanguskan seluruh bangunan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga untuk memastikan kondisi instalasi listrik, termasuk terminal dan colokan peralatan elektronik, tetap aman dan tidak mengalami kerusakan yang berpotensi memicu korsleting.