Air Laut Surut hingga 200 Meter di Pantai Pelindo Bandar Lampung, Camat Sebut Fenomena Tahunan

Hendri mengatakan, pihak kelurahan bersama Ketua RT 05 Panjang Selatan, Ricky, yang juga berprofesi sebagai nelayan, telah memantau langsung kondisi terkini di kawasan Pantai Pelindo.
Arif Setiawan - Minggu, 13 Sep 2026 - 18:49 WIB
Kondisi air laut yang surut cukup jauh di kawasan Pantai Pelindo, Kecamatan Panjang, Bandarlampung. Fenomena tersebut disebut terjadi setiap musim kemarau.
Kondisi air laut yang surut cukup jauh di kawasan Pantai Pelindo, Kecamatan Panjang, Bandarlampung. Fenomena tersebut disebut terjadi setiap musim kemarau. - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDARLAMPUNG — Video yang memperlihatkan kondisi air laut surut di kawasan pantai dekat Pelabuhan Pelindo, Kecamatan Panjang, Kelurahan Panjang Selatan, Bandar Lampung, beredar di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, air laut terlihat surut cukup jauh hingga memperlihatkan area dasar pantai. Sejumlah perahu nelayan juga tampak berada cukup jauh dari garis pantai.

Menanggapi video yang beredar, Camat Panjang Hendri Satria Jaya memastikan kondisi tersebut bukan merupakan kejadian baru. Menurutnya, air laut yang surut cukup jauh di kawasan tersebut merupakan fenomena yang biasa terjadi saat memasuki musim kemarau.

Hendri mengatakan, pihak kelurahan bersama Ketua RT 05 Panjang Selatan, Ricky, yang juga berprofesi sebagai nelayan, telah memantau langsung kondisi terkini di kawasan Pantai Pelindo.

Advertisements

Ricky bahkan turut merekam kondisi air laut di lokasi untuk memastikan keadaan sebenarnya.

"Menurutnya, menjadi hal yang biasa kalau sudah masuk musim kemarau, surutnya memang begini," ujar Hendri, Minggu.

Ia menjelaskan, air laut di kawasan tersebut dapat mengalami surut cukup jauh, yakni sekitar 100 hingga 200 meter dari garis pantai. Kondisi itu, kata Hendri, bukan kali pertama terjadi dan telah berlangsung dari tahun ke tahun.

"Surutnya bisa 100-200 meter. Memang sudah dari tahun ke tahun, dari Agustus hingga September, setelah itu muncul air rob di bulan November, dan itu hanya tak lama," terang Hendri.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Hendri menambahkan, kondisi air laut yang surut tersebut terlihat di bagian belakang kawasan Pantai Pelindo, Kecamatan Panjang.

Ia menghimbau masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi air laut surut sebagai kejadian luar biasa hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kondisi di sekitar perairan Lampung.

"Namun kita juga meminta masyarakat tetap waspada, apalagi Anak Gunung Krakatau masih terlihat mengeluarkan debu, tapi tidak seperti yang kemarin-kemarin," pungkasnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements