LAMPUNG BARAT – Persoalan stunting di Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta seluruh unsur, mulai dari tenaga kesehatan hingga pemerintah tingkat kecamatan dan pekon, bergerak lebih cepat untuk menekan angka stunting.
Dorongan tersebut disampaikan Parosil setelah mendapat sorotan dari Gubernur Lampung terkait penanganan stunting di Lampung Barat yang dinilai masih berjalan lambat.
Parosil bahkan mengaku malu setelah mendapat teguran dari gubernur mengenai persoalan stunting yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas.
“Malu dengan Pak Gubernur. Kemarin Pak Gubernur sempat protes dengan Pak Bupati, kenapa Lampung Barat ini lambat masalah stunting,” kata Parosil saat membuka Tabligh Akbar dalam rangkaian puncak peringatan HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat di halaman Masjid Bintang Mas, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balikbukit, Selasa (29/9/2026).
Menurut Parosil, penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, terutama puskesmas, bidan desa dan tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Terkait dengan stunting, mari kita sama-sama kerja dan lakukan, terutama bagian dari Dinas Kesehatan, puskesmas, bidan desa. Kerja tangani stunting supaya angka stunting turun,” tegasnya.
Ia meminta seluruh jajaran tidak lagi bekerja secara parsial. Setiap unsur di tingkat wilayah harus mengambil peran dan memastikan persoalan stunting di wilayah masing-masing mendapat penanganan.
“Jadi saya minta semua harus serius. Kerja, semua tim harus turun. Camat bergerak, Peratin bergerak, Posyandu bergerak, PKK bergerak,” ujarnya.
Parosil menilai stunting telah menjadi persoalan yang berulang dari tahun ke tahun. Karena itu, ia mendorong adanya langkah konkret dan kerja bersama agar persoalan tersebut tidak terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
“Karena stunting ini isu dari dulu yang seolah tak terselesaikan, jadi ayo kita tuntaskan,” kata Parosil.
Khusus kepada tenaga kesehatan, termasuk bidan desa, Parosil meminta peningkatan peran dalam penanganan stunting di lapangan. Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan di tingkat desa penting untuk mendeteksi sekaligus menangani persoalan tersebut sejak dini.