LAMPUNG BARAT – Hujan deras disertai angin kencang menerjang pesta hajatan warga di Pemangku Talang Solo, Pekon Mekarsari, Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Akibatnya, sejumlah perlengkapan pesta berantakan dan tarub tempat tamu undangan berteduh nyaris roboh diterjang angin.
Cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba tersebut membuat suasana hajatan sempat kacau. Meja-meja tamu terlihat berserakan, sementara tiupan angin kencang mengguncang konstruksi tarub hingga hampir terangkat.
Berdasarkan video amatir yang diterima media ini, sejumlah panitia terlihat berupaya menahan tiang penyangga tarub agar tidak roboh. Mereka berusaha menyelamatkan perlengkapan pesta di tengah guyuran hujan dan kencangnya tiupan angin.
Dampak cuaca ekstrem tersebut juga dirasakan di area panggung hiburan yang saat itu diisi Orgen Autha Reborn. Guyuran hujan menyebabkan sejumlah peralatan elektronik, termasuk perangkat sound system, basah kuyup.
Owner Autha Reborn, Mas Ndaru, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan total kerugian akibat kejadian tersebut. Pasalnya, sejumlah peralatan masih dalam proses pengeringan untuk mengetahui kondisi dan tingkat kerusakannya.
"Untuk kerusakan belum dapat diketahui karena semua peralatan masih dalam proses pengeringan," ungkap Mas Ndaru.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tengah maupun berencana menggelar pesta hajatan agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat memasuki musim penghujan.
Pemasangan tarub dan panggung hiburan perlu memperhatikan kekuatan konstruksi, terlebih ketika kegiatan berlangsung di area terbuka yang rentan terdampak hujan deras dan angin kencang.
Masyarakat yang menggelar hajatan juga diimbau memastikan tiang penyangga terpasang kokoh, tali pengikat terpasang kuat, serta instalasi listrik dan perangkat elektronik terlindung dari air hujan.
Apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kegiatan sebaiknya dihentikan sementara. Seluruh tamu undangan dan panitia perlu diarahkan menuju tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko tertimpa atau terkena material bangunan yang roboh.
Keselamatan tamu undangan dan panitia harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai pesta yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan justru berubah menjadi musibah akibat kurangnya antisipasi terhadap cuaca ekstrem. (*)