Selain mendorong kemandirian pangan, keberadaan KWT diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya. Warga yang belum tergabung dalam kelompok didorong untuk ikut memanfaatkan pekarangan dengan menanam berbagai tanaman pangan.
"Supaya tetangga-tetangga lain yang belum berkelompok bisa ikut menanam, begitu kan? Kan biasanya lebih enak kalau tetangga samping-sampingan, gitu. Nah, harapan kami seperti itu," tutur Ayu.
Dalam menentukan lokasi pelaksanaan program, Dinas Pangan juga mengedepankan ketepatan sasaran. Koordinasi dilakukan dengan bidang terkait untuk menentukan wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan dalam penguatan ketahanan pangan dan kesehatan keluarga.
"Terkait untuk lokus sendiri, itu kami berkoordinasi dengan bidang ketersediaan untuk mengetahui agar titik-titik lokasi ini semakin dekat menjangkau ke daerah-daerah yang mungkin terindikasi rawan kerawanan pangan ataupun ada kasus kesehatan keluarga, gitu ya," papar Ayu.
Pemilihan wilayah binaan turut mempertimbangkan kondisi keluarga prasejahtera, peningkatan kualitas kesehatan keluarga, serta wilayah yang dinilai rentan terhadap kerawanan pangan.
"Kita tentu mempertimbangkan keluarga prasejahtera, kemudian peningkatan kualitas kesehatan keluarga, ataupun juga dari tempat-tempat yang rentan rawan pangan, seperti itu," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi, Promosi, dan Pengembangan Pangan Lokal Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Zuraida Natalia, menjelaskan bahwa program P2L telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2017 dengan pola pembagian lokasi secara bergantian di sejumlah kecamatan.
Menurut Zuraida, pelaksanaan program pada 2025 mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Tanjung Senang.
"Untuk 2025 di Sukabumi, Panjang dan Tanjung Senang," tutur Zuraida.
Memasuki 2026, program P2L kembali diarahkan ke sejumlah kecamatan dengan melibatkan KWT di wilayah sasaran.
"Untuk 2026 di lima kecamatan KWT yakni, kecamatan Panjang, TKP, TBS, TBT dan TKT," terang Zuraida.
Zuraida juga menyebut sejumlah kelompok dan kelurahan yang menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut.