Husna juga memastikan IKM yang tercatat dalam pendataan 2026 masih menjalankan kegiatan produksinya. Menurut dia, kondisi ekonomi yang mendorong masyarakat untuk tetap berproduksi turut membuat aktivitas usaha tersebut terus berjalan.
"Alhamdulillah di 2026 ini dengan kondisi ekonomi yang memang mengharuskan kita untuk berproduksi terus, seluruhnya aktif," katanya.
Dari ratusan IKM yang berkembang di Bandar Lampung, usaha di bidang makanan menjadi salah satu sektor dengan jumlah pelaku paling banyak. Produk makanan dan berbagai turunannya mendominasi jenis usaha yang dijalankan oleh pelaku IKM.
Kondisi tersebut, kata Husna, tidak terlepas dari potensi pasar kuliner di Bandar Lampung. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, produk makanan olahan juga memiliki pasar dari wisatawan yang datang dari berbagai daerah di luar Provinsi Lampung.
"Yang paling banyak itu makanan dan juga turunan dari makanan olahan. Itu yang paling banyak di Bandar Lampung karena itu juga yang banyak diminati oleh wisatawan dari luar Provinsi Lampung yang datang ke Kota Bandar Lampung," ungkapnya.