“Cuma yang kita inginkan ke depan, bagaimana jalan tol benar-benar bermanfaat untuk peningkatan kualitas ekonomi yang ada di masyarakat, seluruh masyarakat Provinsi Lampung,” katanya.
Mirza secara khusus menyoroti sektor pertanian. Ia berharap konektivitas yang semakin baik dapat ikut meningkatkan pendapatan petani, buruh, serta masyarakat yang terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi.
“Jadi bukan hanya berbagai macam sektor, tapi seluruh sektor, terutama pertanian. Jalan tol meningkatkan pendapatan petani, jalan tol meningkatkan pendapatan buruh, jalan tol meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya berdampak terhadap ekonomi, ia juga berharap pembangunan konektivitas dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Jalan tol juga meningkatkan kualitas SDM,” kata Mirza.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Mirzani Djausal juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Lematang dengan Pelabuhan Panjang.
Menurutnya, keberadaan akses jalan tol langsung menuju kawasan pelabuhan akan memberikan manfaat strategis bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi di Lampung.
“Kita dukung, kita sangat berharap jalan tol Lematang-Pelabuhan Panjang itu akan dibangun,” ujar Rahmat.
Ia mengatakan pembangunan akses tersebut dinilai dapat memperkuat konektivitas dari jaringan jalan tol menuju kawasan pelabuhan.
Mirza juga menyebut adanya potensi konektivitas yang lebih luas dari wilayah Sumatera menuju sejumlah pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung.
“Karena di Indonesia baru satu ya yang jalan tol itu langsung ke pelabuhan, kalau ini dibangun ada dua. Mulai dari ujung ya, dari Jambi, nanti bisa masuk-masuk pelabuhan yang ada di Provinsi Lampung,” katanya.
Menurut Mirza, pembangunan Tol Lematang-Pelabuhan Panjang tidak hanya berkaitan dengan pemangkasan waktu perjalanan.