BANDAR LAMPUNG — Kabar mengenai pergantian Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, Imam Ghozali, mencuat menjelang agenda mutasi dan pelantikan sejumlah pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa 6 Oktober 2026.
Menanggapi kabar tersebut, Imam Ghozali belum memberikan kepastian apakah dirinya akan tetap menjabat sebagai Direktur RSUDAM atau mendapat penugasan baru.
Imam hanya menegaskan bahwa sebagai aparatur sipil negara (ASN), dirinya siap menjalankan tugas di mana pun sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan pemerintah.
“Karena saya adalah abdi negara, di mana pun saya ditempatkan, fine. Basic saya adalah dokter anestesi,” kata Imam.
Pernyataan tersebut disampaikan Imam setelah menghadiri agenda pemaparan aplikasi E-Pukhi di hadapan Komisi V DPRD Lampung.
Aplikasi itu merupakan salah satu inovasi pelayanan yang dikembangkan RSUDAM Lampung.
Menurut Imam, penempatan seorang ASN idealnya tetap memperhatikan latar belakang serta kompetensi yang dimiliki.
“Enggak mungkin pulalah saya jadi Kepala Dinas Pendidikan. Enggak mungkin jadi Kepala Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, jabatan maupun lokasi penugasan bukan menjadi persoalan selama dirinya tetap dapat memberikan pengabdian kepada negara sesuai kapasitas dan keahliannya.
“Adapun di mana ditempatkan, insyaallah sebagai aparatur sipil negara yang memang mendedikasikannya untuk negara,” kata Imam.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, Rendi Riswandi, membenarkan adanya agenda pelantikan yang sekaligus dirangkai dengan mutasi sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Namun, Rendi belum mengungkap nama-nama pejabat yang akan mengalami mutasi, termasuk kepastian mengenai posisi Imam Ghozali sebagai Direktur RSUDAM.