Pembatasan tersebut diberlakukan untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan akibat potensi bahaya vulkanik, seperti lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder yang dapat terjadi ketika material lava bersuhu tinggi bersentuhan dengan air laut maupun air hujan.
Warga Diminta Siapkan Masker dan Waspadai Hoaks
Aswarodi juga mengingatkan masyarakat agar menyiapkan masker apabila terjadi erupsi berkepanjangan, terutama jika aktivitas erupsi masih berlangsung dan menimbulkan paparan abu vulkanik.
Penggunaan masker perlu disesuaikan dengan kondisi paparan untuk membantu mengurangi risiko gangguan akibat abu vulkanik.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman erupsi, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
BPBD Lampung mengarahkan masyarakat untuk merujuk informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta mengikuti pembaruan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung.
Masyarakat juga diimbau mematuhi arahan petugas dan tidak mendekati kawasan berbahaya selama status gunung api masih berada pada Level III (Siaga).
Langkah tersebut penting untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.