LAMPUNG SELATAN – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III (Siaga) berdasarkan hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau pada Kamis 09 Juli 2026 pukul 06.00–12.00 WIB.
Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berdasarkan laporan petugas pengamatan, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau cerah dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut.
Suhu udara tercatat berkisar antara 26,6 hingga 30,5 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 55,7 hingga 75,9 persen.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut level 0–III. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal, serta mencapai ketinggian sekitar 10 hingga 150 meter di atas puncak kawah.
Hasil pemantauan kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Selama periode pengamatan, petugas mencatat enam kali gempa Tremor Harmonik dengan amplitudo berkisar 24,5 hingga 51,4 milimeter dan durasi antara 63 hingga 289 detik.
Selain itu, tremor menerus (microtremor) juga masih terekam dengan amplitudo 3 hingga 45 milimeter, didominasi amplitudo 8 milimeter, yang mengindikasikan aktivitas magma di dalam gunung masih aktif.
Meski kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan relatif tenang, PVMBG masih mempertahankan status Level III (Siaga).
Status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik masih berpotensi berubah sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
PVMBG mengimbau masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih bersifat fluktuatif.