Akademisi UI Soroti Kisruh Pers dan Tim Media Gubernur Lampung

Penyelesaian polemik wartawan dan Tim Media Gubernur Lampung
Dedi Andrian - Selasa, 13 Okt 2026 - 07:51 WIB
Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ibnu Hamad
Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ibnu Hamad - Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Tanpa langkah konkret, pertemuan dan permintaan maaf berisiko hanya menjadi penyelesaian sementara, sementara persoalan mendasar dalam hubungan pemerintah dan pers tetap belum terjawab.

Hubungan Pemerintah dan Pers Harus Profesional

 

Dalam perspektif Government Public Relations, keterbukaan informasi merupakan unsur penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Advertisements

Tim media pemerintah memiliki ruang untuk memberikan informasi, menyampaikan klarifikasi, dan menjelaskan kebijakan. Di sisi lain, wartawan harus tetap memiliki keleluasaan untuk mengajukan pertanyaan kritis, memeriksa informasi, dan melaksanakan peliputan tanpa tekanan yang menghambat pekerjaan jurnalistik.

Kebebasan tersebut juga disertai tanggung jawab. Pers harus bekerja berdasarkan fakta, menjalankan verifikasi, mematuhi kode etik jurnalistik, dan mengedepankan prinsip keberimbangan.

Karena itu, hubungan profesional antara pemerintah dan media seharusnya dibangun melalui komunikasi terbuka, saling menghormati peran, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan kritis wartawan tidak semestinya langsung dipandang sebagai ancaman terhadap citra kepala daerah. Sebaliknya, kritik dan pengawasan pers merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi dan mekanisme kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Advertisements

Polemik ini sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengevaluasi pola komunikasi publik, termasuk pembagian kewenangan dan tata kerja tim media dalam berinteraksi dengan wartawan.

Perhatian akademisi terhadap persoalan tersebut membuka ruang bagi kajian lebih luas mengenai relasi kekuasaan, komunikasi pemerintahan, dan independensi pers di tingkat daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan hubungan pemerintah dan media tidak seharusnya diukur dari banyaknya pemberitaan positif tentang kepala daerah. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pemerintah bersedia bersikap terbuka, menghormati kritik, dan memberikan ruang bagi pers untuk menjalankan fungsi jurnalistiknya secara independen.

Sebab, hubungan pemerintah dan pers yang sehat bukanlah hubungan tanpa kritik, melainkan hubungan yang tetap profesional ketika pertanyaan sulit diajukan dan kepentingan publik harus ditempatkan di atas kepentingan pencitraan.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements