BANDAR LAMPUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung terus melakukan monitoring antrean kendaraan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bandar Lampung.
Kepala Satpol PP Lampung, Gadriyanto Abung mengatakan bahwasanya hari ini sebanyak 74 personel di turunkan ke 37 SPBU Bandar Lampung yang melayani pengisian solar bersubsidi.
"Ya setelah monitoring perdana kemarin mulai hari ini kita kerahkan 74 personel. Jadi setiap SPBU ada dua personel kita dI 37 SPBU Bandar Lampung, " Ungkapnya, Rabu 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan bahwa monitoring ini juga membantu pemeriksaan kesesuaian barcode atau QR Code dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dalam pembelian solar bersubsidi
Dihari pertama pihaknya banyak menemukan kendaraan yang mengisi solar di Bandar Lampung untuk operasi ke luar daerah.
" Jadi kalo untuk ketidaksesuaian barcode itu kemaren tidak ditemukan. Masalahnya banyak kendaraan yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah itu antre solarnya di Bandar Lampung. Nah itu penyebab utama penumpukan antrean solar kita ini, " Jelasnya.
Pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Selatan, termasuk kawasan Batu Raja, tidak melayani pengisian solar bagi kendaraan besar. Kondisi tersebut diduga mendorong kendaraan angkutan yang melintasi jalur distribusi barang untuk mencari pasokan di Bandar Lampung.
“Ketika mereka mencari BBM selama perjalanan, banyak SPBU yang kosong. Akhirnya mereka menumpuk di Bandar Lampung karena ketersediaan solar di sini relatif lebih banyak,” ujarnya.